KEBUMEN, Beritakebumen.com – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Petanahan, Kebumen Wiwi Nuryani (26), mendorong seluruh relawan di lembaganya memiliki kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Harapan itu muncul setelah dirinya merasakan langsung manfaat layanan kesehatan.
Wiwi menjalani perawatan akibat tifus di rumah sakit di tengah tingginya mobilitas kerja sebagai pelaksana program pemenuhan gizi masyarakat di Kecamatan Petanahan.
Bagi Wiwi, jaminan kesehatan menjadi kebutuhan mendasar yang harus dimiliki setiap individu. Menurut perempuan asal Desa Jogomertan RT 03 RW 04, Kecamatan Petanahan, kepastian pembiayaan pengobatan sangat membantu ketika kondisi kesehatan menurun secara mendadak.
BACA JUGA: Puasa Arafah hingga Infak Harian, Ini Amalan Andalan Menurut Ustadz Adi Hidayat di Bulan Dzulhijjah
Pengalaman tersebut ia rasakan saat dua kali menjalani rawat inap akibat tifus. Seluruh biaya pengobatan ditanggung melalui Program JKN, sehingga proses penanganan medis dapat dilakukan tanpa hambatan biaya.
“Pelayanan yang saya terima sangat ramah, baik, dan memuaskan. Sama sekali tidak ada perbedaan perlakuan. Dengan adanya JKN, ketika sakit tidak ada lagi penundaan dalam berobat hanya karena khawatir tidak bisa bayar,” ujar Wiwi.
Manfaat JKN Juga Dirasakan Keluarga
Tidak hanya dirinya, manfaat JKN juga dirasakan keluarganya. Sekitar satu tahun lalu, suaminya sempat dirawat akibat demam berdarah dengue (DBD) saat berada dalam masa perpindahan pekerjaan. Dalam situasi yang cukup rentan secara ekonomi tersebut, kepesertaan JKN membantu keluarga mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa menambah beban finansial.
Pengalaman itu membuat Wiwi semakin menyadari pentingnya perlindungan kesehatan bagi keluarga. Ia pun aktif memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk mengakses berbagai layanan administrasi secara digital.
BACA JUGA: Resmi! Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026
Wiwi mengaku sejumlah fitur dalam aplikasi tersebut memudahkan peserta, mulai dari pendaftaran layanan kesehatan, perubahan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), hingga pengecekan iuran.
“Kini akses layanan JKN dirasakan semakin mudah dan praktis. Semua bisa diurus lewat handphone saja,” katanya.
Berangkat dari pengalaman pribadi tersebut, Wiwi berharap seluruh relawan SPPG Petanahan dapat terdaftar sebagai peserta JKN. Sebagai pimpinan SPPG, ia berencana berkoordinasi dengan yayasan yang menaungi lembaga tersebut agar perlindungan kesehatan bagi relawan dapat segera direalisasikan.
BACA JUGA: Rupiah Tembus Rp17.500, Efek Domino Mulai Mengancam Nasib UMKM
Menurut dia, jaminan kesehatan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan memberikan rasa tenang bagi para relawan yang terlibat dalam program pemenuhan gizi masyarakat.
“Program JKN ini sangat penting untuk menjamin kesehatan kita dan keluarga,” tegasnya.
Wiwi juga berharap kualitas pelayanan Program JKN terus ditingkatkan agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan kesehatan. Ia optimistis pelayanan yang semakin baik akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program jaminan kesehatan yang dijalankan pemerintah tersebut. ***






