BERITAKEBUMEN.COM – Kebiasaan menatap layar ponsel dalam waktu lama atau doom scrolling kini memicu tren medis yang mengkhawatirkan.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Tirta Mandira Hudhi, memperingatkan adanya lonjakan kasus saraf kejepit di area leher (cervical) yang kini mulai menyerang anak muda usia 20-an.
Pergeseran Usia Pasien
Secara medis, saraf kejepit biasanya identik dengan penyakit lansia akibat faktor penuaan.
Namun, dr. Tirta mengungkapkan temuan pasien berusia 20 tahun yang sudah mengalami kompresi saraf di ruas leher C5 dan C6.
BACA JUGA: Dokter Gia Ungkap Rahasia Pembuluh Darah, Kunci Hindari Jantung hingga Gagal Ginjal
Kondisi ini dipicu oleh posisi kepala yang terus menunduk saat asyik menggulir konten video pendek di media sosial.
Tahapan Gejala yang Perlu Diwaspadai
Masyarakat harus mengenali sinyal tubuh sebelum kondisi memburuk. Gejala awal biasanya muncul dalam tahap sensoris berupa nyeri kepala belakang, leher kaku, hingga rasa terbakar yang menjalar ke tangan.
Jika dibiarkan, pasien masuk ke tahap motorik di mana tangan mulai melemah dan sering menjatuhkan barang. Pada tingkat paling parah, gangguan saraf servikal ini berisiko menyebabkan kelumpuhan total.
Dampak Psikologis dan Fokus
Selain fisik, doom scrolling juga mengganggu kesehatan mental. Paparan video pendek berdurasi di bawah 10 detik secara terus-menerus melatih otak sulit berkonsentrasi pada materi yang panjang.
dr. Tirta menyarankan agar aktivitas digital ini diimbangi dengan rutin membaca buku guna menjaga daya fokus serta menghindari penggunaan ponsel sebelum tidur agar kualitas istirahat tetap terjaga.
Tips Pencegahan dan Postur Sehat
Untuk mencegah risiko tersebut, dr. Tirta membagikan langkah praktis bagi para pengguna gawai:
- Batasi Durasi Layar: Gunakan fitur pembatas waktu dan alokasikan waktu media sosial secara bijak.
BACA JUGA: Mengapa Penderita Bau Mulut Sering Tak Sadar? Dokter Tirta Ungkap Penyebabnya
- Perbaiki Postur: Hindari bermain ponsel sambil tiduran dengan bantal tinggi yang menekan tulang belakang.
- Rutin Peregangan: Lakukan stretching pada leher dan pundak setiap 30 menit saat bekerja di depan layar.
Kesehatan tulang belakang adalah investasi jangka panjang. Segera lakukan pemeriksaan medis jika nyeri leher menetap agar deteksi dini bisa dilakukan secara tepat.






