ADIMULYO, Beritakebumen.com – Warga Desa Tambaharjo, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, terus menjaga tradisi anyaman caping bambu di tengah maraknya produk modern dan pabrikan.
Kerajinan turun-temurun tersebut masih menjadi sumber penghidupan masyarakat sekaligus simbol pelestarian budaya lokal.
Aktivitas menganyam bambu telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Tambaharjo.
Hampir setiap hari, para perajin terlihat sibuk memotong, menyerut, hingga merangkai lembaran bambu menjadi caping berkualitas.
Sebagian besar perajin berasal dari kalangan perempuan dan lansia yang masih mempertahankan keterampilan tradisional tersebut.
Caping bambu hasil produksi warga tidak hanya digunakan oleh petani sebagai pelindung kepala saat bekerja di sawah.
Produk kerajinan khas Kebumen itu juga mulai diminati pasar luar daerah sebagai barang seni dan dekorasi rumah.
Penjabat Kepala Desa Tambaharjo, Ahmad Nur Ridwan, mengatakan pemerintah desa terus memberikan dukungan kepada para perajin.
BACA JUGA: SIHT Kebumen Mulai Beroperasi, Dorong Industri Rokok Lokal Lebih Legal dan Produktif
Pendampingan dilakukan melalui penguatan modal usaha, pengembangan kreativitas, hingga perluasan pemasaran agar kerajinan anyaman bambu tetap berkembang.
Meski demikian, para perajin masih menghadapi tantangan, terutama terkait regenerasi dan kestabilan harga jual di pasaran.
Generasi muda dinilai perlu dilibatkan agar tradisi anyaman caping bambu tidak hilang seiring perkembangan zaman.
Konsistensi warga Tambaharjo dalam memproduksi caping bambu membuktikan bahwa kerajinan berbasis kearifan lokal masih mampu bertahan dan mendukung perekonomian masyarakat.
Dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak diharapkan mampu menjaga eksistensi caping bambu Kebumen di masa mendatang.






