Siswa SD di Kebumen Antusias Belajar Membuat Kitiran, Tradisi Leluhur Dikenalkan Sejak Dini

Kenalkan Tradisi Leluhur, Siswa SD Kebumen Antusias Buat Kitiran di Pantai Mliwis.

AMBAL, Beritakebumen.com – Puluhan pelajar sekolah dasar (SD) mengikuti Workshop Kitiran Nusantara di Pendopo Pantai Mliwis, Desa Kenoyojayan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Selasa, 25 Agustus 2026.

Kegiatan ini menghadirkan suasana penuh semangat sekaligus menjadi sarana mengenalkan tradisi leluhur kepada anak-anak melalui aktivitas kreatif membuat kitiran.

Berita Lainnya

Workshop bertema “Kitiran Nusantara: Melestarikan Tradisi, Mengembangkan Ekonomi Kreatif” mengajak peserta memahami sejarah kitiran sebagai permainan tradisional.

Workshop ini sekaligus mempraktikkan cara membuatnya menggunakan berbagai bahan, baik dari alam maupun bahan pabrikan.

BACA JUGA: Puncak CamFest IAINU Kebumen 2026 Meriah, Ratusan Ontelis Ikuti ‘Ngepit Bareng’

Didampingi guru dan pendamping kegiatan, para siswa belajar memotong, melipat, hingga merangkai bahan menjadi kincir angin berwarna-warni yang dapat berputar saat tertiup angin pantai.

Beragam hasil karya dengan bentuk dan warna yang unik menunjukkan kreativitas para peserta selama workshop berlangsung.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Gebyar Grebeg Rolasan dan Festival Kitiran yang digelar sejak 23 Agustus dan mencapai puncaknya pada 25 Agustus melalui kirab budaya serta perebutan gunungan.

Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Mliwis, Martono, mengatakan kitiran dipilih sebagai ikon festival karena memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat.

Dahulu, kitiran dimanfaatkan masyarakat sebagai alat untuk mengusir burung di persawahan sekaligus penanda musim tanam berdasarkan arah dan kekuatan angin.

BACA JUGA: Sambut Hari Pramuka dan HUT RI, MIN 4 Kebumen Gelar Perjusa untuk Latih Mandiri Siswa

Melalui workshop ini, Pokdarwis berharap tradisi kitiran tetap dikenal oleh generasi muda sekaligus berkembang menjadi potensi ekonomi kreatif dan daya tarik wisata budaya di Kebumen.

Edukasi budaya sejak usia dini dinilai penting untuk menjaga kelestarian warisan lokal agar terus hidup di tengah perkembangan zaman.

Berita terkait