KEBUMEN, Beritakebumen.com – Sebanyak 204 murid SD Negeri 1 Roworejo, Kecamatan/Kabupaten Kebumen terpaksa belajar di rumah warga lantaran bangunan sekolah retak. Evakuasi para peserta didik sebagai upaya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pihak sekolah memutuskan memindahkan sementara kegiatan belajar mengajar kelas VI ke ruang kelas IV. Sementara itu, dua rombongan belajar kelas IV digabung menjadi satu kelas. Tercatat jumlah keseluruhan siswa di sekolah tersebut mencapai 204 anak.
BACA JUGA: Mahasiswa KKN IAI An-Nawawi Dorong Ketahanan Pangan di Desa Kalijering, Ini yang Dilakukan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen Udy Cahyono, MSi didampingi Uko Ferdianto (JF) dan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) telah melakukan peninjauan langsung sekaligus assesmen kondisi bangunan SD Negeri 1 Roworejo, Kebumen.
Langkah ini dilakukan setelah adanya laporan dari pihak guru, komite sekolah, serta pemerintah desa setempat mengenai kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan adanya rekahan pada dinding.
Berdasarkan keterangan guru dan warga, retakan besar terlihat pada ruang kelas VI, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan siswa.
Warga Resah
Kondisi bangunan yang retak juga menimbulkan keresahan warga, terutama karena tepat di bawah bangunan sekolah terdapat rumah-rumah penduduk. Warga khawatir apabila kerusakan semakin parah, bangunan sekolah dapat roboh dan menimpa rumah di sekitarnya.
“Kami telah melakukan pengecekan di lokasi serta memberikan saran penanganan awal, sebagaimana didukung oleh dokumentasi foto di lapangan,” jelas Kalaksa BPBD Kebumen Udy Cahyono seperti dikutip dari akun resmi BPBD Kebumen.
BACA JUGA: Puluhan Anak Meriahkan Geopark Kids Color Day 2025
Pihak sekolah bersama warga masyarakat Desa Roworejo telah menyampaikan permohonan agar bangunan segera ditangani demi keamanan siswa maupun warga yang bermukim di sekitar lokasi.
BPBD Kebumen terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk langkah penanganan lebih lanjut, guna memastikan keselamatan siswa serta masyarakat sekitar.






