Dr Muhdi: Pendidikan Berkualitas Kunci Lawan Kemiskinan, Sinergi Jadi Modal Utama

Dialog Pendidikan
Narasumber menyampaikan gagasan pada dialog pendidikan PGRI Kebumen. Foto: Anindya

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Wakil Ketua Komite I DPD RI sekaligus Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr H Muhdi SH MHum menegaskan bahwa pendidikan berkualitas merupakan kunci utama untuk keluar dari jerat kemiskinan, terutama di wilayah seperti Kabupaten Kebumen.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam Dialog Pendidikan bertajuk “Membangun Sinergi untuk Pendidikan yang Berkualitas” yang digelar PGRI Kebumen bersama Pemkab Kebumen, di Pendopo Kabumian, Selasa (5/8/2025).

Berita Lainnya

“Pendidikan adalah jalan utama membangun peradaban. Tapi untuk mewujudkan SDM berkualitas, kita butuh sinergi menyeluruh dari pemerintah daerah, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegas Dr Muhdi.

Dialog yang dibuka oleh Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani juga menghadirkan pembicara Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah dr Faiz Alauddien Reza Mardhika dan Ketua PGRI Kebumen Dr Agus Sunaryo. Dialog diikuti para kepala sekolah, pengawas, guru, dan tenaga kependidikan se-Kebumen.

Dialog ini bertujuan membahas strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kebumen, yang masih menyandang predikat sebagai kabupaten termiskin di Jawa Tengah

BACA JUGA: 56 Pesantren di Jateng Jadi Pilot Program Ramah Anak, Salah Satunya dari Kebumen, Ini Daftarnya

Dalam paparannya, Dr Muhdi menekankan bahwa menghadapi era Society 5.0 membutuhkan pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga secara emosional dan spiritual.

“Orang cerdas belum tentu sukses. Orang sukses tanpa karakter bisa berbahaya. Maka pendidikan harus membentuk manusia berintegritas dan memiliki kepedulian sosial,” tandasnya.

Ia menambahkan, pendidikan bermutu dan merata harus ditopang oleh guru yang sejahtera dan kompeten, sarana prasarana yang memadai, serta lingkungan belajar yang adaptif dan bermakna. Pendidikan untuk semua harus dijamin melalui layanan yang inklusif, pembiayaan afirmatif, serta pengembangan talenta unggul.

Menurut Muhdi, PGRI terus memperjuangkan hak-hak guru melalui payung hukum seperti Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD), termasuk penghasilan layak, perlindungan hukum, jaminan kesehatan, serta kebebasan berserikat dalam organisasi profesi.

“Sinergi antara PGRI dan pemerintah harus terus diperkuat. Dan kuncinya adalah kepala daerah yang peduli pendidikan,” ucapnya.

Komitmen Bersama Wujudkan Pendidikan Merata dan Relevan

Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani menyebut pendidikan sebagai fondasi masa depan daerah. Ia menekankan pentingnya pendidikan karakter dan akhlak di samping penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan.

“Ilmu tanpa akhlak ibarat kapal tanpa kompas. Banyak persoalan muncul bukan karena bodoh, tapi karena moral yang rapuh,” tegasnya.

Senada, Ketua PGRI Kebumen Dr. Agus Sunaryo menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen pendidikan. Ia mengajak semua pihak dari level terbawah hingga atas untuk bersama-sama mengakselerasi kemajuan pendidikan Kebumen.

BACA JUGA: Gagal Masuk Kedokteran, Mahasiswa Asal Kebumen Ini Justru Raih 145 Prestasi

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jateng, dr Faiz Alauddien Reza Mardhika menyoroti tiga kunci pendidikan berkualitas: pemerataan, kualitas, dan relevansi.

“Ijazah tidak lagi cukup menjamin kompetensi. Dunia kerja butuh keterampilan yang sesuai zaman,” tegasnya. Ia berharap PGRI menjadi lokomotif perubahan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Dialog juga membuka ruang diskusi dari peserta. Ketua MKKS SMK Kebumen, Nurul Aini, menyampaikan keluhan minimnya sarana praktik di sekolah negeri akibat larangan pungutan. Ia berharap dukungan pemerintah untuk pengadaan fasilitas yang sesuai kebutuhan dunia industri.

Berita terkait