Beritakebumen.com – Rasa lemas dan lunglai di siang hari saat berpuasa seringkali menjadi keluhan umum.
Padahal, penyebab utamanya bukan terletak pada lamanya waktu menahan lapar dan dahaga, melainkan pada strategi makan sahur yang kurang tepat.
Para ahli gizi menekankan bahwa memperbaiki pola makan saat sahur adalah kunci utama untuk menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
Keseimbangan Gizi ala ‘Isi Piringku’
Sahur adalah fondasi energi untuk menjalani aktivitas dan ibadah selama bulan Ramadan. Agar tubuh tidak mudah lelah, prinsip gizi seimbang tidak boleh diabaikan.
BACA JUGA: Ramadhan 2026, dr Zaidul Akbar Ungkap Menu Buka Puasa Sehat Bebas Lemas
Kementerian Kesehatan melalui pedoman gizi seimbang menganjurkan masyarakat untuk menerapkan konsep “Isi Piringku” saat menyusun menu sahur.
Konsep ini membagi piring makan menjadi dua bagian utama. Setengah piring pertama diisi oleh sayuran dan buah-buahan.
Kedua jenis makanan ini kaya akan serat dan vitamin yang berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
Setengah piring sisanya kemudian diisi dengan makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, seperti nasi atau kentang, dan lauk-pauk sebagai sumber protein.
Kombinasi nutrisi yang lengkap ini akan membantu tubuh melepaskan energi secara perlahan, sehingga Anda tidak mudah lapar dan lemas sebelum waktu berbuka tiba.
Sumber Energi Instan
Selain menu utama yang seimbang, menambahkan kurma ke dalam daftar menu sahur bisa menjadi langkah cerdas. Buah yang identik dengan bulan Ramadan ini mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa.
Kandungan tersebut mampu dengan cepat mengembalikan kadar gula darah yang turun selama tidur dan menyediakan energi instan untuk memulai puasa.
Para ahli menyarankan konsumsi kurma dalam jumlah yang cukup, yaitu sekitar 2 hingga 3 butir saat sahur. Jumlah ini dinilai ideal untuk menjaga stabilitas energi tanpa menimbulkan lonjakan gula darah yang berlebihan.
Kurma juga kaya akan serat dan berbagai mineral penting seperti kalium dan magnesium yang baik untuk fungsi otot dan saraf.
BACA JUGA: Auto Kuat Seharian! dr Zaidul Akbar Ungkap Rahasia Puasa Lebih Kuat Cukup dengan Bahan Dapur Ini
Memperbaiki kualitas santap sahur bukan hanya soal menghindari rasa lapar. Ini adalah investasi kesehatan jangka pendek selama Ramadan.
Dengan mengatur komposisi makanan sesuai prinsip “Isi Piringku” dan menambahkan kurma sebagai pelengkap, tubuh akan memperoleh cadangan energi yang cukup.
Pada akhirnya, menjaga asupan nutrisi saat sahur bertujuan agar kondisi fisik tetap prima.
Ketika tubuh sehat dan bertenaga, menjalankan berbagai rangkaian ibadah di bulan suci, seperti salat tarawih, tadarus, hingga aktivitas harian lainnya, akan terasa lebih ringan dan khusyuk.






