Bagi wanita yang sedang berhalangan (haid), mereka tetap bisa meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar dengan cara berzikir, membaca selawat, atau memanjatkan doa.
Ia menyarankan agar wanita tidak lantas “libur” total dari ibadah saat haid. Kebiasaan bangun malam untuk memohon ampunan Allah (istighfar) tetap harus dijaga karena rahmat Allah di sepertiga malam terakhir terbuka untuk siapa saja, bukan hanya bagi mereka yang suci secara fisik.
BACA JUGA: Malam Lailatul Qadar, UAS Beri Kunci Meraih Keberkahan di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
Fokus pada Kualitas Ibadah
Sebagai kesimpulan, iktikaf memang identik dengan masjid, namun esensi dari ibadah adalah ketulusan dan ketaatan pada aturan Allah.
Bagi wanita, pilihan beribadah di rumah dengan memperbanyak zikir dan salat sunah mutlak adalah solusi yang sangat dianjurkan jika kondisi tidak memungkinkan untuk ke masjid.
“Allah tidak melihat di mana Anda berada, tapi melihat kerinduan dan kesungguhan Anda dalam beribadah,” pungkas Buya Yahya.
Dengan pemahaman ini, diharapkan kaum wanita tetap semangat menghidupkan malam Ramadan tanpa rasa khawatir kehilangan momentum keberkahan.





