KEBUMEN, Beritakebumen.com – Ahmad Rizal Rifani, mahasiswa Program D4 Teknik Mesin Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), mencatatkan perjalanan luar biasa. Dimulai dari kegagalan masuk jurusan kedokteran, putra asli Kebumen dan alumnus SMAN 2 Kebumen ini sempat ingin berhenti melanjutkan pendidikan.
Namun, takdir membawanya ke UNY melalui jalur mandiri, jurusan yang sama sekali tak pernah ia impikan sebelumnya.
“Awalnya saya tak pernah menargetkan kuliah di jurusan Teknik Mesin atau di Yogyakarta. Tapi saat melihat informasi seleksi mandiri CBT UNY, saya mencoba peruntungan, dan ternyata diterima,” kisah Ahmad Rizal Rifani.
BACA JUGA: 2 SMK Swasta di Kebumen Masuk Daftar Sekolah Paling Berprestasi Nasional, Ini Daftarnya!
Memulai dari titik nol, Rizal merasa tertinggal dari rekan-rekan lulusan SMK. Namun, semangat untuk bangkit membuatnya aktif berorganisasi dan berkompetisi di berbagai ajang. Ia mulai dari lomba karya ilmiah, business plan, inovasi teknologi, hingga kompetisi robotik. Dari situlah, segalanya berubah.
Tekad dan kerja keras Rizal membuahkan hasil gemilang. Ia berhasil meraih 145 penghargaan di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Prestasi itu meliputi kompetisi riset ilmiah, kontes robot Indonesia, hingga mewakili UNY di ajang ABU ROBOCON di Jimo, China.
Berkat konsistensinya, Rizal dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi UNY tahun 2022 dan menjadi satu-satunya dari jalur vokasi yang meraih gelar tersebut lima kali berturut-turut. Bahkan, ia mencatatkan diri sebagai peraih nilai tertinggi dibandingkan peserta dari program sarjana dalam seleksi Mahasiswa Berprestasi UNY.
Keberhasilannya tak hanya mendatangkan piala, tapi juga kemandirian. Rizal mampu membiayai kuliah dan hidupnya sendiri melalui hadiah lomba serta sejumlah beasiswa seperti Beasiswa PPA, Prestasi UNY, hingga pembebasan UKT berkat prestasi.
Yudisium dari Jepang
Puncak perjuangan Rizal terjadi saat ia terpilih dalam program technical trainee ke Jepang, hasil kerja sama UNY dan ISUZU Japan. Di negeri Sakura, Rizal tetap menyelesaikan skripsinya dan menjadi mahasiswa pertama UNY yang sidang dan yudisium secara daring dari luar negeri. Ia lulus dengan predikat cum laude dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik Fakultas Vokasi UNY.
Selain aktif di kampus, Rizal juga membina komunitas seperti RESTEK UNY, PERHIMAK, dan Gapai Kebumen. Inovasinya dalam Program Inovillage menghasilkan proyek nyata seperti Bank Sampah WAMAS dan kursi roda elektrik murah untuk disabilitas.
BACA JUGA: Universitas Pertamina Buka Beasiswa 2025 untuk Warga Kebumen, Ada Jalur Khusus Difabel & Hafidz
Kini, setelah lulus, Rizal menjadi supervisor termuda di tempat kerjanya dan menjadi mentor ilmiah di almamaternya, SMAN 2 Kebumen. Ia bercita-cita menjadi profesor dan membangun industri yang memberi dampak sosial dan lingkungan. Tawaran beasiswa S2 di luar negeri dan posisi strategis di dalam negeri tengah ia pertimbangkan.
“Jangan minder masuk vokasi atau jalur mandiri. Rezeki tidak tertukar, dan perjuangan pasti membuahkan hasil kalau kita bersyukur dan terus belajar,” pesannya.
Satu hal yang membedakan Rizal adalah prinsipnya; menjadi manusia yang bermanfaat lewat ilmu, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.






