Hari Santri 2026 Kebumen Dimulai, 7 Makam Pendiri Pesantren Jadi Tujuan Ziarah Perdana

Ziarah tujuh makam pendiri pesantren buka rangkaian Hari Santri 2026 di Kebumen. (Foto: Humas Kemenag Kebumen)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Dari makam para pendiri pesantren, rangkaian Hari Santri 2026 di Kebumen dimulai.

Sebanyak tujuh pondok pesantren menjadi tujuan ziarah pada Kamis, 24 September 2026, membawa pesan tentang pentingnya merawat jejak perjuangan ulama dan meneruskan nilai-nilai pesantren kepada generasi santri masa kini.

Berita Lainnya

Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kebumen, H. Fahrudin, dan dilepas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Anif Solikhin.

BACA JUGA: Peringatan HSN 2025, Bantuan Rp512 Juta Diserahkan untuk Santri dan Guru Ngaji di Kebumen

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, ziarah menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama dan pendiri pesantren sekaligus menjaga ingatan tentang sejarah pendidikan Islam di Kebumen.

Rangkaian perjalanan menggunakan 12 kendaraan dengan membawa kirab bendera dan logo Hari Santri 2026.

Tujuh pondok pesantren yang menjadi tujuan ziarah yakni Manbaul Huda Mirit, Al Karim Prembun, Al-Kahfi Somalangu Kebumen, Al-Hasani Alian, Al-Huda Kebumen, At-Tauchid Petanahan, dan Al-Kamal Kuwarasan.

Fahrudin mengatakan perjuangan para pendiri pesantren perlu diteruskan generasi santri melalui pendidikan, pengabdian, dan peran nyata di tengah masyarakat.

Rangkaian Hari Santri Kebumen kemudian berlanjut dengan Kompetisi Futsal Santri pada 3–4 Oktober, Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) pada 5–6 Oktober, serta Kompetisi Video “Pesantrenku Bersih”.

Agenda berikutnya meliputi tadarus Al-Qur’an serentak pada 17 Oktober, Pawai Budaya Santri pada 18 Oktober, dan Lomba Penulisan Sejarah Pondok Pesantren.

BACA JUGA: Program Bisarah Penghafal Al-Qur’an Jateng Ringankan Beban Santri dan Orang Tua

Puncak peringatan dijadwalkan melalui Upacara Hari Santri 2026 pada 22 Oktober.

Seluruh rangkaian tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mengenang perjuangan pendahulu, memperkuat tradisi pesantren, mempererat silaturahmi, serta mendorong santri terus berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Berita terkait