KEBUMEN, Beritakebumen.com – Pemerintah Kabupaten Kebumen merespons cepat keluhan warga tentang infrastruktur jalan yang rusak.
Menindaklanjuti unggahan di media sosial yang mengeluhkan kondisi jalan ekstrem bak medan offroad, Bupati Lilis Nuryani turun langsung meninjau lokasi pada Rabu, 25 Februari 2026.
Dalam kunjungannya, Bupati memastikan sejumlah ruas jalan prioritas masuk dalam agenda perbaikan tahun anggaran 2026.
Ruas Sruni–Wonosari menjadi perhatian utama setelah warga menyoroti kondisinya yang memprihatinkan. Pemerintah mengalokasikan Rp3,04 miliar untuk betonisasi jalan sepanjang 961 meter di ruas tersebut.
BACA JUGA: Belanja Daerah Naik 2,71% di Perubahan APBD 2025, Fokus Perbaikan Jalan dan Layanan Dasar
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Joni Hernawan, menjelaskan bahwa perbaikan permanen belum bisa dilakukan saat ini karena tingginya curah hujan.
Sebagai langkah darurat, pihaknya akan melakukan pengurukan terlebih dahulu.
“Perbaikan menyeluruh akan dilaksanakan setelah Lebaran melalui program pemeliharaan berkala,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Pemkab juga menyiapkan perbaikan di sejumlah ruas strategis lainnya. Ruas Muktisari–Bocor mendapat alokasi Rp4,5 miliar untuk pengaspalan dua lapis sepanjang 1.465 meter.
Sementara ruas Bocor–Kejayan dialokasikan Rp2,09 miliar untuk pengaspalan 700 meter.
Perbaikan bertahap juga akan dilakukan di ruas Wonosari–Kembaran, tepatnya di Desa Gondanglegi dan Pucangan.
BACA JUGA: Tanah Bergerak di Kebumen: Jalan Desa Sampang Sempor Ambles, Kerugian Capai Rp115 Juta
Selanjutnya, ruas Candimulyo–Bojongsari mendapatkan anggaran Rp870 juta, dan ruas Kedungbajul–Poncowarno sebesar Rp2 miliar.
Bupati Lilis menegaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi alasan perbaikan dilakukan secara bertahap. Ia meminta masyarakat bersabar selama proses pengadaan berlangsung.
“Kami berkomitmen menyelesaikan infrastruktur secara menyeluruh. Setelah diperbaiki, mari kita jaga bersama agar hasilnya bisa bertahan lama,” pesannya.






