KEBUMEN, Beritakebumen.com – Proyek revitalisasi Jembatan Karanganyar di Kabupaten Kebumen memasuki tahap konstruksi fisik.
Pemerintah Kabupaten Kebumen mengambil langkah tegas dengan menutup total akses jembatan bagi kendaraan bertonase besar seperti truk dan bus.
Keputusan ini bertujuan memperlancar proses pembangunan infrastruktur sekaligus melindungi keselamatan pengguna jalan.
Arus lalu lintas kendaraan besar kini dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.
Rute pengalihan yang direkomendasikan untuk kendaraan besar dari arah timur maupun barat adalah Guyangan–Petanahan.
Kemudian, Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Puring–Buayan, serta Sangkal Putung hingga tembus ke Gombong. Rute yang sama berlaku untuk arah sebaliknya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, arus lalu lintas di jalur alternatif terpantau lancar. Meskipun volume kendaraan meningkat signifikan terutama bus antarkota dan truk logistik—tidak ditemukan kemacetan parah.
BACA JUGA: Ditutup Sebulan, Jembatan Darurat Karanganyar Prioritaskan Anak Sekolah dan Ambulans
Kepadatan ringan hanya terlihat di beberapa titik krusial seperti pertigaan Semondo, Gombong, dan area sekitar perlintasan kereta api.
Petugas bersiaga di persimpangan sempit untuk menjaga kelancaran.
Ruas jalan alternatif memang lebih ramai dari hari biasa. Namun koordinasi antar pihak terkait membuat arus transportasi tetap stabil.
Pengemudi diimbau berhati-hati dan mematuhi rambu petunjuk arah yang telah dipasang.
Penutupan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas infrastruktur jembatan di Kebumen.
Setelah pembangunan rampung, konektivitas antarwilayah diharapkan semakin baik dan aman bagi semua pengguna jalan.






