JGI Audiensi ke Kementerian dan UNESCO, Dorong Penguatan Geopark Indonesia

Geopark Indonesia
Delegasi Jaringan Geopark Indonesia foto bersama di Kantor UNESCO Jakarta. Sumber: Istimewa

Prof. Ananto menegaskan bahwa geopark memiliki fungsi lebih luas dibanding sekadar kawasan konservasi geologi.

“Geopark tidak hanya menjadi kawasan konservasi geologi, tetapi juga ruang pembelajaran yang menghubungkan pendidikan, budaya, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Berita Lainnya

BACA JUGA: Misteri Pantangan Rumah Menghadap Selatan di Pesisir Kebumen: Mistis Nyi Roro Kidul atau Jeniusnya Mitigasi Bencana?

Pada Kamis (7/5/2026), JGI menggelar rapat internal membahas persiapan Geofest 2026 dan penguatan jejaring geopark nasional. Pada hari yang sama, JGI juga menjajaki kerja sama dengan sektor swasta melalui audiensi di Wisma Bumiputera Jakarta, termasuk peluang dukungan asuransi untuk aktivitas outdoor dan geotrail di kawasan geopark.

Geopark Indonesia
Foto bersama dengan Menteri PPN dan Kepala BPS RI. Sumber: Istimewa
JGI Dorong Percepatan Revisi Perpres Pengembangan Geopark

Selanjutnya, JGI melakukan audiensi dengan Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong penguatan identifikasi serta pendataan biodiversitas di kawasan geopark sebagai bagian dari strategi konservasi berkelanjutan.

Safari audiensi ditutup pada Jumat (8/5/2026) melalui pertemuan dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Badan Pusat Statistik (BPS) RI. Dalam forum tersebut, JGI mendorong percepatan revisi Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Geopark Nasional, penguatan tata kelola kelembagaan, hingga pembukaan akses pendanaan internasional.

BACA JUGA: Manfaatkan Lahan Pesisir, Petani Tanggulangin Kebumen Berhasil Budidaya Ketela Madu

Selain itu, pembahasan juga mencakup penyusunan coffee table book geopark Indonesia untuk promosi global serta pengembangan statistik geopark nasional, termasuk data kunjungan wisata dan dampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar.

Sebagai negara dengan jumlah UNESCO Global Geopark yang terus bertambah, Indonesia dinilai membutuhkan dukungan lintas sektor agar pengelolaan geopark semakin profesional, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal. ***

Berita terkait