PURWOREJO, Beritakebumen.com – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai Pemerintah Kabupaten Purworejo membantu keluarga penyadap kelapa asal Desa Tlogoguwo memperoleh layanan kesehatan tanpa terbebani biaya. Dukungan tersebut dirasakan Sutinah (56) saat mendampingi suaminya, Sabar Budiman (61), menjalani kontrol pascaoperasi di RS Budi Sehat Purworejo.
Budiman sebelumnya menjalani operasi dan perawatan di rumah sakit tersebut. Kini kondisinya berangsur membaik dan memasuki masa pemulihan sesuai jadwal yang ditetapkan dokter.
Sutinah mengaku bersyukur karena keluarganya terdaftar sebagai peserta JKN segmen PBI yang iurannya ditanggung Pemkab Purworejo. Menurutnya, program tersebut membuat keluarga dapat fokus pada proses penyembuhan tanpa memikirkan biaya pelayanan kesehatan.
BACA JUGA: BRIN Perkuat Riset Ketahanan Air di Kebumen, Teliti Sungai Bawah Tanah Goa Barat
Selama mendampingi suaminya menjalani perawatan, Sutinah menilai pelayanan tenaga medis dan petugas rumah sakit berlangsung baik. Ia juga merasakan seluruh proses pelayanan berjalan cepat dan ramah.
Menurutnya, tidak ada perbedaan pelayanan antara peserta JKN dan pasien umum. Seluruh pasien mendapatkan pelayanan sesuai kondisi medis masing-masing.
“Saya sangat merasa terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan. Pelayanan yang kami terima baik, semua petugas ramah dan membantu selama suami menjalani perawatan. Menurut saya, tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien BPJS Kesehatan dengan pasien umum. Semua dilayani dengan baik,” ujar Sutinah.
Program JKN Berikan Ketenangan
Setelah operasi selesai, Budiman rutin menjalani kontrol sesuai jadwal dokter. Seluruh proses berjalan lancar sehingga keluarga dapat lebih berkonsentrasi mendampingi masa pemulihan.
BACA JUGA: Begini Cara Mudah Perbarui Data Desil Bansos via HP, Cukup dari Rumah
Bagi Sutinah, manfaat Program JKN tidak hanya terletak pada pembiayaan pelayanan kesehatan. Program tersebut juga memberikan ketenangan saat keluarga menghadapi kondisi yang tidak terduga.
“Kalau sudah ada jaminan kesehatan, kami bisa lebih tenang. Pikiran tidak terbagi memikirkan biaya pengobatan sehingga kami bisa fokus mendampingi proses kesembuhan,” katanya.
Meski demikian, keluarga sempat menghadapi kendala sebelum operasi dilakukan. Saat itu status kepesertaan JKN mereka diketahui tidak aktif.






