Jlegi Fun River: Wisata Air Murah Meriah di Kebumen, Sungai Irigasi Disulap Jadi Arena Kano dan Tubing Seru

Resmi Dibuka, Jlegi Fun River Tawarkan Petualangan Air Segar di Pedesaan Kebumen. (Foto: Istimewa)

KUTOWINANGUN, Beritakebumen.com – Mencari alternatif liburan yang menyegarkan tanpa menguras kantong? Warga Kabupaten Kebumen kini memiliki destinasi baru.

Bertempat di tengah suasana pedesaan yang asri, sebuah objek wisata air bernama Jlegi Fun River resmi hadir, menawarkan petualangan seru menyusuri aliran sungai irigasi yang disulap menjadi arena rekreasi.

Berita Lainnya

Terletak sekitar 15 kilometer dari pusat kota Kebumen, tepatnya di Desa Jlegiwinangun, Kecamatan Kutowinangun, Jlegi Fun River menarik perhatian wisatawan sejak dibuka untuk umum pada Jumat, 12 Desember 2025.

Aliran irigasi yang selama ini hanya berfungsi mengairi sawah bersumber dari Bendungan Wadaslintang kini menjadi lokasi utama bagi pengunjung untuk menikmati sensasi fun tubing menggunakan ban atau mendayung fun kano sambil ditemani semilir angin dan keramahan khas desa.

BACA JUGA: Medali Finisher Terlambat, Peserta Kebumen Half Marathon 2025 Kecewa

Lahirnya destinasi wisata air yang instagramable ini berawal dari inisiatif Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Saka Bumi bersama kepala desa setempat.

Ketua Pokdarwis Saka Bumi, Susanto, menjelaskan bahwa proyek ini didorong oleh kegelisahan melihat potensi sungai yang selama ini ‘tertidur’ serta semangat kuat warga untuk memajukan desanya.

“Kita punya sungai ya, sudah bagaimana caranya mengolah ini jadi destinasi baru. Tujuan kita juga mengangkat potensi desa,” kata Susanto, Minggu, 15 Desember 2025.

Wisata Rakyat dengan Paket Harga Terjangkau

Mengusung konsep wisata rakyat, Jlegi Fun River hadir dengan biaya yang sangat terjangkau. Pengelola menawarkan beragam paket wisata dengan harga mulai dari Rp10.000 hingga Rp60.000 per orang, dengan tarif yang dibedakan untuk kategori pelajar dan umum.

Dengan harga tersebut, pengunjung dapat memilih berbagai wahana. Termasuk Fun Tubing, yakni menyusuri sungai sepanjang 2,5 kilometer dari Bendung Bedegolan dengan ban.

Kmeudian, Fun Kano, yaitu sensasi mendayung kano santai dan Fun Marine Bridge, uji nyali di jembatan tali yang menantang.

Keamanan menjadi prioritas utama. Pengelola telah menyediakan peralatan keselamatan standar, seperti helm dan pelampung.

BACA JUGA: Grebeg Rolasan di Pantai Mliwis: Merawat Tradisi, Memajukan Pariwisata

Selain fasilitas, daya tarik utama yang tak kalah istimewa adalah ‘bonus’ keramahan warga lokal dan segelas es kelapa muda gratis yang menanti pengunjung usai lelah bermain air.

“Itu sudah free parkir, dokumentasi dan dapat es kelapa,” jelas Susanto.

Jlegi Fun River bukan hanya tentang rekreasi, destinasi ini menjadi napas baru bagi perekonomian Desa Jlegiwinangun. Susanto menerapkan strategi kolaboratif dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Mulai dari anak-anak muda yang cakap media sosial untuk promosi, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk sektor kuliner, hingga para petani kelapa yang hasilnya disajikan kepada wisatawan.

Respons dari masyarakat sangat positif. Sejak dibuka, rombongan sekolah dan keluarga terus berdatangan untuk menjajal keseruan petualangan air di Kebumen ini.

BACA JUGA: Jaring Atlet Arung Jeram, FAJI Kebumen Targetkan 5 Emas di Porprov Jateng 2026

Mimpi Susanto dan warga Jlegiwinangun belum berhenti. Ke depannya, kawasan ini direncanakan akan diperluas fasilitasnya dengan penambahan wahana seperti flying fox dan outbound.

Susanto juga menyatakan komitmennya untuk mengintegrasikan destinasi wisata keluarga ini dengan potensi lain di desa.

“Nantinya akan kita integrasikan dengan wisata religi dan agrowisata yang ada di desa ini,” pungkasnya.

Berita terkait