KEBUMEN, Beritakebumen.com – Kabupaten Kebumen dipilih sebagai tuan rumah Jambore Nasional I Jamaah Tani Muhammadiyah (Jamnas I JATAM) yang berlangsung selama tiga hari, dari 19 hingga 21 September 2025.
Acara bertema “Daulat Pangan untuk Indonesia Berkemakmuran” ini digelar oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan diikuti oleh lebih dari 1.000 petani dari 22 provinsi se-Indonesia.
Jamnas I JATAM resmi dimulai dengan pembukaan expo dan bazar UMKM oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, di Pendopo Kabumian, Jumat, 19 September 2025.
BACA JUGA: 6 Bulan Memimpin, Bupati dan Wakil Bupati Kebumen Pacu Pembangunan Merata dari Desa
Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan Muhammadiyah, termasuk Ketua MPM PP Muhammadiyah, Dr. Muhammad Nurul Yamin.
Menurut Yamin, jambore ini merupakan kelanjutan dari perjuangan Muhammadiyah di sektor pertanian yang telah dimulai sejak 2000.
Tujuannya adalah untuk mengangkat produk pertanian dan pangan Muhammadiyah ke tingkat nasional serta menjadikan petani sebagai subjek pembangunan.
“Petani harus menjadi subjek, bukan objek. Untuk itulah diperlukan jaringan dan ruang ekspresi yang mempertemukan berbagai pihak,” tegas Yamin.
Pemilihan Kebumen sebagai tuan rumah didasarkan pada identitasnya sebagai basis pertanian yang kuat dan memiliki kedekatan kultur dengan Muhammadiyah.
BACA JUGA: 138 Pelaku Usaha Mikro di Kebumen dan Purworejo Terima Bantuan Modal Usaha dari Baznas Jateng
Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kebumen, yang dipimpin oleh Bupati yang juga kader ‘Aisyiyah, menjadi faktor pendukung.
Selain expo dan bazar yang menampilkan 93 stan dari berbagai institusi, rangkaian acara jamnas meliputi peluncuran varietas padi unggul, rembug tani, forum bisnis pangan, tabligh akbar, hingga gerakan bela beli produk pangan petani.
Acara puncak pembukaan jamnas sendiri rencananya akan digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) pada Sabtu, 20 September 2025 dan akan dihadiri oleh pimpinan pusat Muhammadiyah serta Wakil Menteri Pertanian.






