PURING, Beritakebumen.com – Siapa sangka dari dapur sebuah desa di Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, lahir produk camilan yang kini digemari warga mancanegara.
Ridwan Yuswanto, pemilik Saul Snack, membuktikan bahwa keterbatasan wilayah bukan penghalang untuk merambah pasar global. Mengandalkan olahan pisang lokal, ia sukses menembus pasar Taiwan secara rutin.
Keberhasilan warga Dukuh Jawanu, Desa Puliharjo ini berawal dari keberaniannya memaksimalkan teknologi digital.
Ridwan memanfaatkan platform daring untuk memperkenalkan kualitas produknya ke pasar yang lebih luas.
BACA JUGA: Pengrajin Genteng Kebumen Sambut Program Gentengisasi, Siap Genjot Produksi
Melalui komunikasi intensif di dunia maya, ia berhasil meyakinkan pembeli asal Taiwan yang terpikat dengan cita rasa khas camilan tradisional Kebumen.
Uji Lab Ketat dan Standar Global
Langkah menuju ekspor tentu tidak instan. Ridwan menjelaskan bahwa proses negosiasi berjalan cukup panjang.
Pihak pembeli mewajibkan sampel produk untuk melalui uji laboratorium di Taiwan guna memastikan standar keamanan pangan. Hasilnya, tiga produk unggulan Saul Snack dinyatakan lolos kualifikasi.
“Awalnya hanya lewat online. Setelah komunikasi lanjut, mereka minta sampel untuk tes lab. Akhirnya produk kami dinyatakan layak masuk ke Taiwan,” ungkap Ridwan.
Ketiga produk yang kini rutin melenggang ke pasar luar negeri tersebut adalah pisang aroma, keripik pisang sale manis, dan koin pisang madu.
Konsistensi kualitas ini membuat kerja sama ekspor tersebut telah bertahan selama satu tahun terakhir.
Menggerakkan Ekonomi Lokal
Pencapaian Saul Snack membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warga sekitar. Saat ini, Ridwan mampu menyerap 12 karyawan dari lingkungan Desa Puliharjo untuk memenuhi permintaan pasar.
Volume pengirimannya pun tergolong besar; dalam sebulan, Saul Snack mengirimkan sekitar 6 kuintal hingga 1,5 ton per jenis produk. Jika ditotal, pengiriman ke Taiwan bisa melampaui 2 ton dalam satu hingga dua kali pengiriman per bulan.
BACA JUGA: Kisah Sukses Bakso Raos Eco Kebumen, Dari Mantan Kades hingga Jadi Pemasok Program MBG
Kunci utama Saul Snack tetap eksis di pasar internasional adalah komitmen pada kebersihan. Seluruh proses produksi dipastikan higienis, steril, dan bebas dari bahan kimia berbahaya.
Inovasi Ridwan menjadi bukti nyata bahwa potensi bahan baku lokal, seperti pisang, dapat menjadi komoditas bernilai tinggi jika dikelola dengan standar global dan strategi pemasaran digital yang tepat.






