KUTOWINANGUN, Beritakebumen.com – Sebuah konser orkestra unik digelar di atas aliran sungai di Da Grasses Panoramic, Dukuh Japanan, Ungaran, Kutowinangun, Kebumen, pada Sabtu malam, 27 September 2025.
Konser bertajuk SILOKA (Simphony Lantunan Orkestra untuk Kebumen Damai) ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah.
Konser tersebut berhasil menghadirkan nuansa magis yang memadukan seni, alam, serta pesan solidaritas.
Konser Amal SILOKA menampilkan panggung yang dibangun di atas sungai, menciptakan pengalaman audiovisual yang tak terlupakan bagi para penonton yang memadati tepian.
BACA JUGA: Hadirkan Guest Star Fly Away, Begini Kemeriahan Malam Inagurasi Prospek UPB 2025
Wakil Bupati Kebumen bersama masyarakat larut dalam alunan musik yang dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan diawali oleh seruling bambu yang mendayu, diiringi narasi puitis.
Puncak acara diisi dengan penampilan spektakuler dari Kebumen Violin Orchestra (KVO) yang terdiri dari 76 pemain biola anak-anak dan 4 pemain cello dari ISI Yogyakarta.
Pertunjukan dilengkapi dengan solo biola apik oleh Haviola yang diiringi pianis kecil Rico, serta solo saksofon mengharukan oleh Widi yang membawakan lagu “Ibu Pertiwi” dan “Mimpi”.
Melalui harmoninya, konser ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ajakan untuk bersatu dalam semangat perdamaian dan gotong royong.
Taufik Ismail, selaku Music Director dan instruktur biola KVO, menggambarkan konser ini sebagai perayaan keindahan dan mimpi.
“Di atas aliran sungai yang tenang, harmoni biola anak-anak berpadu dengan suara alam. Ini adalah panggung orkestra yang unik, ‘menggigit’, sekaligus romantis,” ujarnya.
BACA JUGA: KVO Sukses Gelar Konser SemForestra di Waduk Sempor, Bupati Berikan Apresiasi
Alunan nada tersebut menjadi jembatan antara ketulusan hati anak-anak dengan semesta.
Ketua KVO, Agus Suleman, berharap event unik ini dapat menjadi agenda budaya tahunan Pemerintah Kabupaten Kebumen.
Harapan senada disampaikan pemerhati budaya, Pekik Sat Siswonirmolo, yang menegaskan bahwa konser ini adalah ajakan untuk melihat sungai bukan hanya sebagai aliran air. Tetapi sebagai identitas dan denyut nadi budaya yang patut dilestarikan.






