Menyibak Tabir Ketenangan Sungai Bedegolan: Cerita Tentang Kedung Sitantu
MELANJUTNKAN penulisan sebelumnya tentang sejarah Jembatan Sitantu, tim redaksi beritakebumen.com akan mengulas cerita masyarakat tentang Kedung Sitantu.
Berjalan-jalan ke wilayah Kabupaten Kebumen bagian utara, sembari meresapi suasana asri di Kecamatan Padureso memang menawarkan ketenangan batin yang luar biasa. Pada kesempatan ini kami berbicara tentang desa Sendangdalem yang menyuguhkan panorama perbukitan hijau yang dibelah oleh aliran air Sungai Bedegolan. Tepat di bawah sisa-sisa jejak historis Jembatan Sitantu yang legendaris, terdapat sebuah cekungan sungai atau palung dalam yang oleh warga lokal dinamakan Kedung Sitantu.
BACA JUGA: Harga BBM Pertamina Per 1 Mei 2026: Pertamax dan Dex Series Stabil, Cek Daftar Lengkapnya
Jika diamati sekilas dari permukaan, pusaran air di area kedung ini tampak begitu tenang, seolah memanggil siapa saja untuk sekadar bermain air, atau memancing di tepiannya. Namun, tunggu dulu. Di balik riak airnya yang terlihat damai dan menghanyutkan tersebut, Kedung Sitantu memendam sebuah cerita yang diwariskan turun-temurun lintas generasi.
Terdapat sebuah legenda mistis yang menyelimuti kawasan perairan ini, yakni kisah tentang sosok penunggu gaib yang begitu ditakuti masyarakat lokal, yang dikenal dengan nama Nini Angga. Pertanyaannya, siapakah sebenarnya entitas misterius yang bersemayam di sekitar kedung ini?
Jejak Onggo-Inggi Tanah Jawa: Mengenal Siapa Sosok Nini Angga
Bagi masyarakat tradisional yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) besar di Pulau Jawa, kisah-kisah mengenai hantu air, siluman, atau entitas penunggu kedung bukanlah sekadar isapan jempol belaka. Di perairan Kedung Sitantu, teror gaib tersebut bermanifestasi dalam wujud bernama Nini Angga.
Berdasarkan penelusuran leksikal dan akar budaya tutur masyarakat Jawa, penamaan kata “Angga” diyakini memiliki benang merah yang sangat erat dengan mitologi “Onggo-Inggi”. Sebagai informasi tambahan, Onggo-Inggi merupakan legenda siluman air yang amat masyhur dan kerap menebar teror mematikan di sepanjang aliran sungai-sungai besar Nusantara, mulai dari perairan Bengawan Solo hingga pusaran deras Sungai Serayu.
BACA JUGA: Jalan Kabekalan-Lembupurwo di Kebumen Diperbaiki, Anggaran Rp1,9 Miliar
Sosok berawalan “Onggo” atau “Angga” ini, menurut cerita rakyat yang terus berkembang, sering kali dideskripsikan sebagai makhluk astral dengan visual yang mengerikan. Wujudnya kadang hanya menyerupai kepala pucat tanpa badan dengan rambut hitam panjang yang menjuntai layaknya ganggang sungai, atau berupa tangan pucat berselaput yang mendadak muncul dari dasar air. Makhluk ini konon gemar mengincar, melilit, dan menarik kaki mangsanya terutama anak-anak atau mereka yang bersikap takabur ke dasar sungai yang gelap dan dingin hingga korban kehabisan napas.







