Persiapan Haji 1447 H, 1.777 Jemaah Kebumen Ikuti Bimbingan Manasik di Hotel Candisari

Sebanyak 1.777 jemaah calon haji Kabupaten Kebumen tahun 2026 mulai mengikuti bimbingan manasik di Hotel Candisari. (Foto: Beritakebumen.com)

KARANGANYAR, Beritakebumen.com – Sebanyak 1.777 jemaah calon haji asal Kabupaten Kebumen mulai menjalani rangkaian persiapan menuju Tanah Suci.

Mereka mengikuti Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten tahun 1447 H / 2026 M yang berlangsung di Hotel Candisari, Karanganyar, Kebumen, pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Berita Lainnya

Acara ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Kebumen Bidang Kemasyarakatan, Mukhsinul Mubarak.

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan fisik dan mental yang menuntut kesabaran ekstra.

BACA JUGA: Pelunasan Haji Kebumen Tembus 102 Persen, 58 Jemaah Cadangan Siap Berangkat

“Manasik ini adalah bekal ilmu agar Bapak dan Ibu lebih tenang, tidak bingung, dan bisa fokus beribadah di tengah cuaca panas serta padatnya rangkaian kegiatan di sana,” ujarnya.

Rincian Kuota dan Profil Jemaah

Plh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kebumen, Nurul Khayati, menjelaskan bahwa jumlah peserta manasik tahun ini mencapai 1.777 orang.

Jumlah ini mengalami penyesuaian dari kuota awal sebesar 1.744 karena adanya dinamika jemaah, seperti mutasi masuk serta penggantian jemaah yang wafat atau mengundurkan diri.

Rinciannya, jemaah terdiri dari 865 laki-laki dan 904 perempuan. Jemaah tertua tercatat atas nama Ratmi, warga Padureso yang telah menginjak usia 91 tahun.

Sementara itu, predikat jemaah termuda disandang oleh Yulfah Amini, gadis berusia 23 tahun asal Desa Adikarto, Kecamatan Adimulyo.

Terbang via YIA dan Menginap di Hotel

Ada perubahan signifikan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang melalui Asrama Haji Donohudan (SOC), jemaah asal Kebumen dijadwalkan terbang melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

BACA JUGA: 1.449 Jemaah Haji Asal Kebumen Diberangkatkan, Usia Tertua 95 Tahun

“Kebijakan nasional menetapkan penggunaan YIA berbasis hotel. Jadi, jemaah tidak lagi transit di asrama, melainkan di hotel yang lokasinya sangat dekat dengan bandara,” jelas Nurul Khayati.

Jemaah Kebumen terbagi ke dalam enam kelompok terbang (kloter), yakni kloter 11 hingga 16. Beberapa kloter akan bergabung dengan jemaah dari wilayah tetangga, seperti Kota Magelang dan Kabupaten Magelang.

Melalui bimbingan ini, pihaknya berharap seluruh jemaah dapat menjalankan rukun haji dengan sempurna dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.

Berita terkait