Tingkatkan Mutu Layanan, Kecamatan Kebumen Serap Aspirasi Publik Lewat FKP 2025

Sekretaris Kecamatan Kebumen, Mercy Christiawan, menyampaikan paparan pada FKP)Tahun 2025 di Pendopo Kecamatan setempat, Selasa, 2025. (Foto: Beritakebumen.com)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Kecamatan Kebumen menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2025 di Pendopo Kecamatan setempat, Selasa, 2025.

FKP ini digelar untuk menjaring aspirasi dan masukan konstruktif dari masyarakat. Tujuan utamanya untuk memastikan kebijakan dan program pemerintah semakin responsif terhadap kebutuhan warga.

Berita Lainnya

Sekretaris Kecamatan Kebumen, Mercy Christiawan, menyatakan bahwa FKP merupakan mekanisme penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.

“Forum ini kami gelar untuk mendapatkan feedback langsung dari warga. Kami ingin mengetahui secara rinci area mana saja dalam pelayanan yang perlu kami perbaiki dan tingkatkan kualitasnya,” ujar Mercy.

BACA JUGA: Posyandu di Kebumen Bertransformasi, Kini Layani 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal

Kehadiran perwakilan dari berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait menunjukkan keseriusan pihak kecamatan dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif.

FKP ini dihadiri oleh sejumlah pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Disdukcapil dan DPMPTSP, KUA Kecamatan Kebumen.

Kemudian, perwakilan Kepala Desa dan Lurah, LSM Masyarakat Ekonomi Syariah, akademisi dari Perguruan Tinggi (IAINU), Puskesmas Kebumen I, II, dan III, hingga awak media, serta pendamping desa dan PKH.

Dari diskusi intensif tersebut, dihasilkan beberapa rekomendasi penting yang tertuang dalam Berita Acara FKP.

Pertama, perlunya peningkatan sarana dan prasarana dengan pembuatan denah atau penunjuk jalan yang jelas.

BACA JUGA: Pelayanan Pajak 5 Tahunan di Samsat Kebumen: Mudah, Cepat, dan Banyak Manfaatnya

Kedua, pentingnya memperkuat agenda Jemput Bola Adminduk untuk memfasilitasi desa dan kelurahan dalam pelayanan administrasi kependudukan. Ketiga, dan yang paling ditekankan, adalah perbaikan dalam budaya pelayanan.

Pihak pemberi layanan berkomitmen untuk tidak hanya menerapkan 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun), namun juga menampilkan sikap yang lebih menyenangkan dan ekspresif demi kenyamanan masyarakat.

Berita terkait