Punya Rasa Lebih Manis, Jagung Asal Klirong Kebumen Tembus Pasar Jakarta hingga Solo

Petani jagung manis di Klirong Kebumen tetap konsisten budidaya berkat harga stabil dan permintaan tinggi. (Foto: Ilustrasi AI)

KLIRONG, Beritakebumen.com – Sektor pertanian jagung manis di wilayah Kecamatan Klirong, Kebumen, terus menunjukkan geliat positif.

Komoditas ini menjadi andalan utama para petani setempat karena permintaan pasar yang tinggi dan harga jual yang relatif konsisten di tengah fluktuasi harga pangan.

Berita Lainnya

Saleh, salah seorang petani jagung manis asal Klirong, mengungkapkan bahwa budidaya jagung manis memberikan harapan ekonomi yang pasti bagi keluarganya.

Saat ini, harga jual jagung manis di tingkat petani bertahan di kisaran Rp5.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai sangat menjanjikan untuk menutup biaya produksi sekaligus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

BACA JUGA: Petani Milenial Kutowinangun Raup Omzet Belasan Juta, Pasok Kebutuhan MBG di Kebumen

Jangkauan Pasar

Sistem pemasaran jagung manis dari Klirong sudah terbentuk dengan baik. Saleh menjelaskan bahwa para pengepul biasanya datang langsung ke rumah petani untuk mengambil hasil panen.

Selain melayani pasar lokal, jagung manis asal Kebumen ini telah merambah berbagai kota besar di Jawa.

“Pengiriman dilakukan ke Jakarta, Cilacap, Wonosobo, hingga Solo,” ujar Saleh.

Volume pengiriman pun tergolong besar. Tergantung pada permintaan pasar, Saleh mampu mengirimkan rata-rata 2 hingga 3,5 ton jagung manis setiap harinya.

Hal ini membuktikan bahwa kapasitas produksi petani di Klirong mampu menjawab kebutuhan pasar skala besar secara rutin.

Kualitas Rasa

Salah satu alasan mengapa jagung manis asal Kebumen sangat diminati adalah kualitas rasanya yang khas.

BACA JUGA: Tak Perlu Sawah, Modal Botol Bekas di Teras Rumah Kini Bisa Jadi Sumber Pendapatan Stabil

Menurut pengakuan para petani, jagung yang ditanam di tanah Kebumen memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil panen dari daerah lain. Keunggulan rasa inilah yang membuat pembeli dari luar kota terus berdatangan.

Selain dijual melalui pengepul, sebagian hasil panen juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur komersial, seperti MPG, yang menunjukkan fleksibilitas pemanfaatan komoditas ini.

Melihat potensi yang besar, Saleh dan para petani di Klirong berharap agar stabilitas harga dapat terus terjaga.

Mereka juga mengharapkan adanya peningkatan dukungan dari pihak terkait terhadap sektor pertanian di Kebumen agar semakin berkembang pesat.

Berita terkait