Hanyut Saat Mandi di Sungai, Bocah 7 Tahun di Seliling Kebumen Ditemukan Meninggal Dunia

Bermain saat arus deras, bocah 7 tahun di Seliling Kebumen ditemukan meninggal dunia. (Foto: Humas BPBD Kebumen)

ALIAN, Beritakebumen.com – Peristiwa tragis menimpa seorang pelajar sekolah dasar di Desa Seliling, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen.

Korban berinisial KR (7) dilaporkan hanyut terbawa arus sungai saat sedang bermain air bersama teman-temannya pada Selasa, 27 Januari 2026 siang.

Berita Lainnya

Setelah dilakukan pencarian intensif, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada petang harinya.

Berdasarkan keterangan Humas BPBD Kebumen, Heri Purwoto, insiden bermula sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban tengah mandi di sungai yang kondisinya sedang meluap akibat banjir.

BACA JUGA: Pelajar SMK di Kebumen Tewas Tenggelam Saat Mandi di Sungai, Ini Kronologinya

Arus sungai yang sangat deras membuat bocah malang tersebut kehilangan kendali dan terseret aliran air.

Seorang saksi mata di lokasi kejadian, Itis Ngati (41), sempat melihat detik-detik korban terbawa arus.

Ia berusaha berteriak meminta tolong kepada warga sekitar, namun sayangnya suasana di sekitar lokasi cukup sepi sehingga bantuan tidak segera datang.

Mendapat laporan tersebut, Tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan koordinasi.

Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polsek Alian, PMI Kebumen, Pemerintah Desa Seliling, hingga koordinasi dengan Basarnas Cilacap. Warga setempat juga turut menyisir tepian sungai untuk membantu petugas.

Upaya pencarian yang berlangsung selama beberapa jam akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan menemukan tubuh korban sekitar pukul 17.43 WIB, tidak jauh dari titik awal kejadian.

BACA JUGA: Pelajar 18 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Gentan Kebumen, Polisi Ungkap Kronologinya

“Korban ditemukan meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Heri.

Pihak berwenang mengimbau kepada orang tua agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak, terutama saat beraktivitas di sekitar sungai, mengingat kondisi cuaca yang dapat memicu banjir sewaktu-waktu.

Berita terkait