6 Fakta Truk Tronton Tertabrak KA Gajayana di Kutowinangun

Truk Tertabrak KA Gajayana
Lokasi truk tronton tertabrak KA Gajayana di Kutowinangun. (Foto: Padmo)

KUTOWINANGUN, Beritakebumen.com – Kecelakaan maut yang melibatkan truk tronton dan Kereta Api Gajayana di perlintasan sebidang Desa Mekarsari, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Selasa (27/1/2026) pukul 21.32 WIB, menjadi perhatian luas. Peristiwa ini tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada perjalanan kereta api nasional.

Berikut enam fakta penting yang dirangkum dari berbagai keterangan resmi.

Berita Lainnya
1. Terjadi di Perlintasan Sebidang Desa Mekarsari

Kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang yang berada di Desa Mekarsari, Kecamatan Kutowinangun, pada pukul 21.32 WIB. Lokasi ini merupakan jalur perlintasan yang menghubungkan jalan nasional dengan jalur rel antara Stasiun Prembun dan Stasiun Kutowinangun.

Pada saat kejadian, kondisi hujan dan lalu lintas di sekitar perlintasan cukup padat. Pos penjaga perlintasan berada tepat di sisi jalur, namun benturan keras membuat bangunan tersebut hancur. Perlintasan ini dikenal sebagai titik rawan karena menjadi jalur utama kendaraan berat yang melintas dari arah Purworejo menuju Banyumas maupun sebaliknya.

2. Truk Tronton Tertabrak KA Gajayana Relasi Malang-Gambir

Kendaraan yang terlibat adalah truk tronton bernomor polisi L-8861-UC. Truk tersebut tertabrak KA Gajayana yang melayani rute Malang–Gambir dan saat kejadian tengah melintas dari arah timur menuju barat.

Rangkaian KA Gajayana ditarik lokomotif CC-206.1337 dengan masinis Yusniar Efemi. Benturan terjadi ketika truk berada di atas perlintasan, sehingga bagian depan dan samping kendaraan hancur parah. Energi tabrakan juga membuat rangkaian kereta sempat berhenti darurat sebelum akhirnya dapat melanjutkan perjalanan dengan kecepatan terbatas.

3. Sopir Truk Meninggal Dunia di Lokasi Kejadian

Korban meninggal dunia dalam kecelakaan ini adalah sopir truk, Sutarno (43), warga Desa Jatisaba, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Ia berada di dalam kabin saat tabrakan terjadi.

Akibat benturan yang sangat keras, tubuh korban terpental hingga ke area perlintasan rel. Tim medis yang datang ke lokasi menyatakan korban meninggal dunia di tempat kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

4. Kernet dan Petugas Palang Pintu Mengalami Luka-luka

Selain korban meninggal, dua orang lainnya mengalami luka. Kernet truk, Suryanto (54), warga Kecamatan Ajibarang, Banyumas, mengalami cedera dan langsung dilarikan ke RSUD Prembun untuk mendapatkan perawatan intensif.

Petugas palang pintu, Rahman Al Ghazali (23), warga Kebumen, juga mengalami luka akibat tertimpa runtuhan pos jaga dan terpental oleh gelombang benturan. Ia kini dirawat di RSUD Kebumen. Keduanya belum dapat dimintai keterangan secara detail karena masih dalam proses pemulihan.

5. Pos Jaga Hancur dan Jalur Rel Sempat Tertutup

Benturan antara truk dan kereta menyebabkan pos penjaga perlintasan hancur rata dengan tanah. Material bangunan berserakan di sekitar rel dan jalan raya, menandakan kerasnya tabrakan yang terjadi.

Selain itu, badan truk yang ringsek sempat menutup salah satu jalur rel (jalur hulu). Kondisi ini membuat perjalanan kereta api tidak bisa langsung dilanjutkan dan memerlukan proses evakuasi menggunakan alat berat dan mobil derek.

6. 21 Kereta Api Mengalami Keterlambatan

Dampak kecelakaan tidak hanya dirasakan di lokasi, tetapi juga memengaruhi operasional perjalanan kereta api secara luas. PT KAI Daop 5 Purwokerto mencatat sedikitnya 21 perjalanan kereta mengalami keterlambatan karena salah satu jalur tidak dapat dilalui.

Setelah proses evakuasi selesai, pada Rabu (28/1/2026) pukul 02.50 WIB, jalur hulu dan hilir kembali dibuka dengan kecepatan normal. Lokomotif KA Gajayana yang mengalami kerusakan sempat melanjutkan perjalanan hingga Purwokerto sebelum diganti. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan PT KAI.

Berita terkait