Kecelakaan Kereta Api Gajayana vs Truk Tronton di Kebumen Tadi Malam, Begini Kronologinya

Truk tronton ringsek tertabrak KA Gajayana di perlintasan Kutowinangun, Kebumen, satu orang dilaporkan meninggal dunia. (Foto: Dok. PT KAI DAOP 5 Purwokerto)

KUTOWINANGUN, Beritakebumen.com – Kecelakaan hebat melibatkan Kereta Api (KA) Gajayana dan sebuah truk tronton terjadi di perlintasan sebidang Desa Mekarsari, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen, pada Selasa, 27 Januari 2026 malam.

Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Berita Lainnya

Peristiwa bermula sekitar pukul 21.30 WIB, saat KA Gajayana relasi Malang–Gambir tengah melaju di jalurnya.

Di saat yang bersamaan, sebuah truk tronton bernomor polisi L-8861-UC berada di lokasi kejadian.

BACA JUGA: Hanyut Saat Mandi di Sungai, Bocah 7 Tahun di Seliling Kebumen Ditemukan Meninggal Dunia

Benturan keras tak terelakkan, membuat truk yang melaju dari arah Purworejo menuju Banyumas tersebut mengalami kerusakan parah hingga ringsek.

Korban Jiwa dan Luka-Luka

Kasat Lantas Polres Kebumen, AKP Edi Nugroho, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini memakan korban jiwa. Sopir truk, Sutarno (43), warga Desa Jatisaba, Cilongok, Banyumas, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka serius.

“Kecelakaan ini mengakibatkan pengemudi atau sopir dari truk tronton meninggal dunia,” ujar AKP Edi Nugroho saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Selain korban meninggal, kernet truk bernama Suryanto (54) mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke RSUD Prembun.

Tak hanya dari pihak truk, seorang petugas palang pintu perlintasan, Rahman Al Ghazali (23), juga menjadi korban luka dalam insiden ini dan kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Kebumen.

Dahsyatnya tabrakan tersebut menyebabkan pos penjagaan perlintasan hancur total. Badan truk yang hancur juga sempat menutup sebagian jalur rel, yang sempat mengganggu lalu lintas kereta api di wilayah tersebut.

Pihak Satlantas Polres Kebumen bersama stakeholder terkait langsung bergerak cepat melakukan upaya evakuasi badan truk menggunakan kendaraan derek.

Selama proses evakuasi yang berlangsung hingga Rabu dini hari, kepolisian menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas di jalan raya sekitar lokasi untuk mencegah kemacetan panjang.

“Kami dari Satlantas dibantu dengan instansi terkait melakukan rekayasa arus lalu lintas yaitu buka-tutup, baik dari arah Purworejo menuju Kebumen maupun sebaliknya,” tambah AKP Edi Nugroho.

BACA JUGA: Detik-Detik Menegangkan 2 Nelayan Kebumen Selamatkan Diri Usai Perahu Karam Dihantam Ombak

Penyelidikan Lebih Lanjut

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, termasuk apakah ada unsur kelalaian atau kendala teknis pada palang pintu perlintasan.

Polisi berencana meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian segera setelah kondisi para korban luka mulai stabil. Saat ini, fokus utama petugas adalah memastikan jalur kereta api kembali steril dan dapat dilalui secara normal di kedua jalur.

Berita terkait