BULUSPESANTREN, Beritakebumen.com – Sebuah pemandangan unik menarik perhatian para pengendara dan wisatawan yang melintas di Desa Setrojenar, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen.
Berdiri megah sebuah bangunan ibadah bernama Masjid Baitul Makmur yang memiliki arsitektur jauh dari kesan konvensional.
Masjid ini mengadopsi bentuk “tobong” atau tempat pembakaran genteng, yang menjadi simbol kejayaan industri lokal masyarakat Kebumen.
Representasi Budaya Lokal dalam Arsitektur
Berbeda dengan masjid pada umumnya yang identik dengan kubah bulat atau atap tumpang, Masjid Baitul Makmur hadir dengan bentuk kubus minimalis yang menyerupai dapur pembakaran genteng tradisional.
BACA JUGA: Puasa Syawal Tak Harus Berurutan? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat yang Menenangkan
Desain ini sengaja dipilih untuk merepresentasikan identitas Kabupaten Kebumen sebagai salah satu sentra pembuatan genteng terbesar di Jawa Tengah.
Imam Zuhdi, selaku takmir masjid, menjelaskan bahwa konsep bangunan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap keunggulan daerah.
Sejak diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen pada Januari 2023 lalu, masjid ini terus menarik minat masyarakat, baik untuk beribadah maupun sekadar mengagumi keunikan arsitekturnya.






