BUMDesma Alian Ubah Limbah Serabut Kelapa Jadi Sapu Bernilai Ekonomi, Serap Puluhan Tenaga Kerja

BUMDesma Tirta Pesona Jaya Kebumen sulap limbah serabut kelapa jadi sapu berkualitas. Inovasi lokal ini ciptakan lapangan kerja dan tembus pasar daerah. (Foto: Berita Kebumen)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Badan Usaha Desa Bersama (BUMDesma) Tirta Pesona Jaya di Desa Tlogowulung, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, berhasil mengolah limbah serabut kelapa menjadi sapu berkualitas yang memiliki nilai jual.

Inovasi berbasis potensi lokal ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi desa sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Berita Lainnya

Serabut kelapa yang sebelumnya kerap dianggap sebagai limbah kini diolah melalui proses produksi hingga menjadi sapu yang kuat, awet, dan ramah lingkungan.

BACA JUGA: BUMDes Desa Serut Kembangkan Pepaya Kalina, Panen Rutin hingga 1,5 Ton per Pekan

Produk tersebut dipasarkan dengan harga sekitar Rp8.000 per buah dan telah dipasarkan ke berbagai daerah berkat kualitasnya yang mampu bersaing.

Camat Alian, Unik Ganiwati, mengatakan pemanfaatan serabut kelapa menjadi sapu merupakan upaya meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa.

Menurutnya, setiap bagian dari pohon kelapa memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan apabila dikelola secara optimal.

“Potensi yang ada di desa bisa diberdayakan. Harapan kami di setiap desa ada potensi unggulan masing-masing, sehingga masyarakat semakin berdaya,” ujar Unik Ganiwati.

Selain menghasilkan produk unggulan, usaha sapu serabut kelapa ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan menyerap sekitar 30 tenaga kerja dari Desa Tlogowulung.

Kehadiran unit usaha tersebut membantu menciptakan kesempatan kerja sekaligus menambah penghasilan warga.

BACA JUGA: Terapkan Sistem Tumpang Sari, Bumdes di Kebumen Ini Sukses Panen Cabai hingga 3 Kuintal

Pemerintah Kabupaten Kebumen berharap inovasi pemanfaatan limbah serabut kelapa yang dikembangkan BUMDesma Tirta Pesona Jaya dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain.

Pengelolaan sumber daya lokal secara kreatif dinilai mampu memperkuat kemandirian ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Berita terkait