MIRIT, Beritakebumen.com – Harga jual bengkoang di tingkat petani di Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, kini merosot hingga Rp2.500 per kilogram.
Meski demikian, kondisi tersebut belum membuat petani meninggalkan komoditas umbi-umbian yang selama ini menjadi salah satu pilihan budidaya mereka.
Petani di Desa Tlogopragoto, Kecamatan Mirit, masih memilih menanam bengkoang karena tanaman tersebut relatif mudah dirawat dan memiliki masa tanam yang cukup singkat.
Salah seorang petani, Salim, mengatakan dirinya telah membudidayakan bengkoang selama hampir lima tahun. Dalam satu kali siklus tanam, bengkoang dapat dipanen setelah sekitar tiga bulan.
BACA JUGA: Harga Tembakau Tembus Rp150 Ribu, Petani Karanggayam Kebumen Raup Cuan Lebih Besar
Menurut Salim, waktu panen yang relatif cepat serta perawatan yang praktis menjadi alasan dirinya tetap menekuni budidaya bengkoang.
Tanaman hortikultura tersebut juga dinilai lebih mudah dipelihara dibandingkan sejumlah komoditas hortikultura lainnya.
Produktivitas bengkoang turut dipengaruhi kondisi cuaca. Tanaman yang ditanam pada awal musim biasanya mampu menghasilkan umbi dengan ukuran lebih besar dan bobot lebih tinggi.
Sementara itu, hasil dari tanaman yang ditanam menjelang akhir musim cenderung kurang optimal.
Harga Bengkoang Turun Drastis
Pada musim panen kali ini, petani harus menghadapi penurunan harga yang cukup tajam. Harga bengkoang di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp2.500 per kilogram.
Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya ketika harga bengkoang sempat mencapai Rp6.000 per kilogram.
Meski harga turun, hasil panen Salim terbilang cukup besar. Dalam panen kali ini, ia berhasil mengumpulkan sekitar 7 ton bengkoang.
BACA JUGA: Melon Premium Greenhouse Kalitengah Kebumen Masuk Panen Kedua, Tembus 19 Brix
Dari hasil produksi tersebut, Salim menargetkan pendapatan sekitar Rp20 juta. Hasil panen kemudian dikemas menggunakan karung jaring sebelum didistribusikan ke sejumlah pasar di luar daerah.
Salah satu tujuan pemasaran bengkoang dari kawasan pesisir Mirit tersebut adalah Bandung, Jawa Barat.
Bagi petani seperti Salim, kemudahan perawatan dan masa panen yang singkat menjadi pertimbangan penting untuk tetap mempertahankan budidaya bengkoang meski harga jual di tingkat petani sedang mengalami tekanan.






