SRUWENG, Beritakebumen.com – Pemerintah Desa Penusupan, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rukun melalui pengembangan peternakan ayam petelur.
Inovasi ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
BUMDes Rukun yang berdiri sejak 2016 telah mengelola berbagai unit usaha di bidang perdagangan, jasa, dan pariwisata.
Kini, fokus pengembangan diarahkan pada sektor peternakan untuk menopang ekonomi desa secara lebih maksimal.
BACA JUGA: Panen Melimpah! BUMDes Gemeksekti Sulap Greenhouse Jadi Destinasi Wisata Petik Melon
Unit usaha peternakan ayam petelur menempati lahan milik desa dengan populasi 250 ekor ayam.
Petugas melakukan pemberian pakan secara rutin dua kali sehari, pada pagi dan siang hari, untuk menjaga produktivitas ternak tetap optimal.
Dari budidaya ini, BUMDes Rukun mampu memproduksi sekitar 12 kilogram telur segar setiap harinya. Hasil panen langsung dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan gizi warga setempat.
Penjabat Kepala Desa Penusupan, Sri Sulistyowati, menyatakan bahwa pengelolaan usaha peternakan melalui BUMDes menjadi kunci membangun kemandirian pangan desa.
Program ini efektif menjaga ketercukupan pangan warga tanpa bergantung penuh pada pasokan luar daerah.
“Program ketahanan pangan peternakan ayam petelur yang dikelola BUMDes Rukun dapat mencukupi kebutuhan warga Desa Penusupan. Jadi tidak tergantung dengan pasokan dari luar,” ujar Sri Sulistyowati di lokasi peternakan.
Selain menjamin ketersediaan pangan, program ini juga membuka lapangan pekerjaan baru dan menambah Pendapatan Asli Desa (PADes) secara berkelanjutan.
Keberhasilan program tidak lepas dari sinergi antara Pemerintah Desa Penusupan, pengurus BUMDes, petani, dan seluruh elemen masyarakat.
BACA JUGA: BUMDesma Alian Ubah Limbah Serabut Kelapa Jadi Sapu Bernilai Ekonomi, Serap Puluhan Tenaga Kerja
Sri Sulistyowati menekankan pengelolaan Dana Desa yang transparan dan tepat sasaran menjadi fondasi utama menggerakkan ekonomi kerakyatan.
Penyertaan modal kepada BUMDes Rukun diharapkan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Keuntungan dari pengelolaan usaha ini akan dikembalikan kepada masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur desa.






