Semen Gresik Bina 850 UMKM Lewat Rumah BUMN, 85 di Antaranya Naik Kelas

Senior Manager Communication & CSR PT Semen Gresik, Taufik Susanto. (Foto: Beritakebumen.com)

SEMARANG, Beritakebumen.com – PT Semen Gresik menegaskan komitmennya terhadap praktik pertambangan berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan, program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dan pemberdayaan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Senior Manager Communication & CSR PT Semen Gresik, Taufik Susanto, saat Pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 2026 yang digelar PWI Jawa Tengah di Semarang, Selasa, 21 Juli 2026.

Taufik mengatakan seluruh aktivitas perusahaan dijalankan sesuai regulasi pemerintah dengan mengutamakan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Pada 2025, Semen Gresik meraih predikat PROPER Hijau sebagai bukti pengelolaan lingkungan yang melampaui standar kepatuhan. Produk perusahaan juga telah memperoleh label Green Industry.

Di bidang pendidikan, program Beasiswa Prasejahtera Berprestasi (BEST) memasuki tahun kelima dengan total sekitar 125 mahasiswa penerima manfaat.

Sementara itu, program Semen Gresik Sahabat Petani memanfaatkan 107 hektare lahan untuk dikelola 361 petani dari enam desa tanpa biaya sewa.

BACA JUGA: Siap-Siap Gelap Total! Gerhana Matahari Langka Terpanjang Abad Ini Akan Terjadi pada Agustus 2027

Perusahaan juga menjalankan Program Bumi Kartini, penghijauan desa yang melibatkan 6.455 kepala keluarga, serta membina sekitar 850 UMKM melalui Rumah BUMN Rembang.

Sepanjang 2025, sebanyak 85 UMKM berhasil meningkatkan kapasitas usaha melalui legalitas, sertifikasi halal, dan pemasaran digital.

Menanggapi isu pertambangan, Taufik menegaskan seluruh kegiatan perusahaan mengacu pada AMDAL dan berkoordinasi dengan Perhutani, Dinas ESDM, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Sekitar 80 persen tenaga kerja di Pabrik Semen Gresik Rembang berasal dari Rembang dan Blora. Perusahaan juga mengalokasikan anggaran CSR sekitar Rp6,5 miliar untuk mendukung pembangunan masyarakat.

Terkait ekspansi, Semen Gresik menyatakan belum berencana memperluas operasional di luar Rembang dan Blora karena mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang belum kondusif.

Berita terkait