Kebumen Masuk Status AWAS Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air

Kebumen Masuk Status AWAS Kekeringan Meteorologis Awal September 2026. (Foto: Humas BPBD Kebumen)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Kabupaten Kebumen masuk dalam status Awas kekeringan meteorologis untuk periode Dasarian I September 2026.

Peringatan dini tersebut berlaku pada 1–10 September 2026 berdasarkan pembaruan data Klimatologi Jawa Tengah per 30 Agustus 2026.

Berita Lainnya

BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan meteorologis di Jawa Tengah pada awal September 2026.

Sejumlah wilayah ditetapkan dalam Status Awas karena berpotensi menghadapi kondisi kekeringan. Kategori Awas mencakup sebagian besar wilayah Jawa Tengah.

Daerah yang masuk dalam Status ini antara lain Brebes, Tegal, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Purworejo, Magelang.

Kemudian, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Demak, Jepara, Kota Magelang, dan Kota Semarang.

BACA JUGA: 14 Daerah di Jateng Waspada Kekeringan, Pemprov Siapkan Modifikasi Cuaca

Sementara itu, Status Siaga berlaku untuk Kota Tegal, Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, serta Kabupaten Pemalang, Batang, Kendal, Semarang, Temanggung, dan Boyolali. Adapun Kota Pekalongan berada dalam Status Waspada.

Masyarakat di wilayah yang masuk dalam peringatan dini kekeringan diimbau menghemat penggunaan air bersih dalam aktivitas sehari-hari.

Kewaspadaan juga diperlukan terhadap kemungkinan kekurangan air untuk kebutuhan pertanian dan domestik, serta potensi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman selama periode kering.

Informasi peringatan dini ini berlaku untuk Dasarian I September 2026 dan berdasarkan pembaruan data per 30 Agustus 2026 dari Klimatologi Jawa Tengah.

Berita terkait