KUTOWINANGUN, Beritakebumen.com – Limbah tulang sapi yang selama ini kerap berakhir sebagai sisa pemotongan dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Inovasi tersebut dilakukan oleh Sofian Nur Rahim, warga Desa Babadsari, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen.
Ia mengolah tulang sapi menjadi tepung pupuk kalsium yang dimanfaatkan petani untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Sofian mengolah limbah tulang sapi menjadi tepung pupuk kalsium berkualitas tinggi.
BACA JUGA: Wow! Satu Pohon Tembakau di Prembun Tembus Rp6.000, Ini Rahasianya
Produk tersebut mengandung kalsium alami yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian, terutama untuk membantu memperkuat perakaran, mendukung proses pembungaan, serta menunjang pertumbuhan tanaman.
Ide usaha ini berawal dari aktivitas orang tua Sofian yang sebelumnya menjadi pemasok tulang sapi mentah ke sejumlah pabrik besar.
Dari pengalaman tersebut, Sofian melihat adanya peluang untuk mengolah bahan baku secara mandiri.
Ia kemudian mulai memproduksi tepung tulang sapi di rumah. Usaha yang kini telah berjalan hampir dua tahun itu berkembang seiring meningkatnya permintaan pupuk kalsium dari petani lokal.
Meningkatnya kebutuhan bahan baku juga membuat Sofian memperluas sumber pasokan.
Selain memanfaatkan limbah tulang sapi dari wilayah lokal, ia kini mendatangkan bahan baku dari luar Kabupaten Kebumen untuk memenuhi kebutuhan produksi.
Produk pupuk kalsium hasil olahannya telah dipasarkan kepada petani di Kebumen dan sejumlah wilayah sekitarnya.
Tepung tulang sapi tersebut menjadi salah satu alternatif pupuk kalsium berbahan organik yang dapat digunakan dalam kegiatan pertanian.
Dari sisi harga, Sofian menawarkan produknya dengan harga yang relatif terjangkau.
BACA JUGA: Meriahkan Kebumen Fest 2026, 54 UMKM Kuliner Pamerkan Produk Unggulan di Alun-Alun Pancasila
Pupuk kalsium dijual Rp9.000 per kilogram untuk pembelian eceran. Sementara pembelian dalam jumlah grosir dikenakan harga Rp8.000 per kilogram.
Kreativitas Sofian dalam mengolah limbah tulang sapi membuka peluang ekonomi sekaligus menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan sektor pertanian.
Usaha tersebut turut menambah penghasilan keluarga dan menyediakan alternatif pupuk kalsium berbahan organik dengan harga yang terjangkau bagi petani di Kebumen dan sekitarnya.






