Sandiaga Uno Bongkar Titik Balik Hidup: Uang Bisa Dicari, Tapi Reputasi Tidak

Sandiaga Uno, Dari Krisis 1997 Hingga Kunci Sukses Bisnis 4 AS. (Foto: Youtube Paraswara dan Cinta Laura Kiehl)

Beritakebumen.com – Nama Sandiaga Uno dikenal luas sebagai pengusaha sukses dan mantan calon wakil presiden.

Namun, di balik kesuksesan itu ada kisah kelam yang justru menjadi titik balik hidupnya.

Krisis ekonomi 1997 menghantam keras kehidupan Sandiaga. Ia kehilangan posisi sebagai Chief Financial Officer (CFO) dan harus memulai semuanya dari nol.

Tidak ada lowongan pekerjaan saat itu. Sandiaga pun memilih berwirausaha karena terpaksa.

“Saya menjadi pengusaha karena kecelakaan,” ungkap Sandiaga dalam podcast di kanal Youtube Paraswara dan Cinta Laura Kiehl.

Ia belajar bahwa tekanan besar bisa memunculkan potensi tersembunyi. Dari keterpurukan itu, ia mendirikan perusahaan investasi besar seperti Recapital dan Saratoga.

BACA JUGA: Angkat Tenun Seboro, Brand Fashion Muslim Asal Kebumen Tembus Pasar Internasional

Sandiaga menegaskan bahwa integritas adalah kunci utama kesuksesan. Banyak pelaku bisnis tergiur keuntungan instan dengan cara curang.

“Uang bisa dicari, tapi reputasi tidak bisa dibeli,” katanya.

Kepercayaan, menurut Sandiaga, jauh lebih berharga daripada angka di laporan keuangan.

Ke depan, Sandiaga melihat tiga sektor ekonomi yang akan berkembang pesat ekonomi hijau, ekonomi kesejahteraan (wellness), dan ekonomi digital.

Indonesia berpotensi menjadi pusat ekonomi hijau dunia. Ia memperingatkan bahwa bisnis dengan tata kelola buruk dan tidak ramah lingkungan akan ditinggalkan konsumen.

Di tengah kesibukan, Sandiaga menyadari pentingnya keluarga. Ia kini lebih memperhatikan putranya yang autistik dan ayahnya yang mengalami demensia.

Pesan terakhirnya untuk pengusaha muda adalah bekerja dengan 4 AS. Yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas. Kesuksesan sejati datang saat kita memberi manfaat bagi orang lain.

Berita terkait