Mengapa Pemadaman Listrik Terjadi Berulang? Ini Penjelasan Pakar dan Pemerintah

Kementerian ESDM pastikan stok batubara aman. Rentetan pemadaman listrik di Jawa-Bali murni karena faktor teknis dan cuaca ekstrem. (Foto: Canva)

JAKARTA, Beritakebumen.com – Keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang berulang di wilayah Jawa dan Bali akhirnya mendapat penjelasan resmi.

Gangguan pasokan energi yang melanda kawasan Jabodetabek, Jawa Tengah hingga Jawa Timur ini memicu pertanyaan publik mengenai stabilitas sistem kelistrikan nasional.

Berita Lainnya

Pakar Tenaga Listrik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Kevin Marujahan Banjarnahor, menjelaskan bahwa pemadaman ini dipengaruhi oleh dua faktor utama.

Yaitu force outage (gangguan mendadak) dan derating (penurunan kapasitas). Force outage terjadi secara mendadak akibat kerusakan peralatan atau kendala transmisi.

Sementara itu, derating adalah langkah sengaja menurunkan daya operasional pembangkit hingga 60 persen demi menjaga keberlangsungan sistem saat menghadapi keterbatasan.

BACA JUGA: Jadwal Pemadaman Listrik Kebumen Kamis 18 Juni 2026: Cek Wilayah yang Terdampak

Ketika konsumsi mencapai beban puncak dan cadangan daya menipis, operator terpaksa melakukan pemadaman bergilir.

Langkah ini menjadi pilihan terakhir untuk mencegah terjadinya blackout atau mati lampu total.

Faktor cuaca ekstrem akibat fenomena El Nino memperparah situasi ini. Suhu udara yang panas memicu lonjakan penggunaan pendingin ruangan.

Pada saat yang sama, kemarau panjang membuat debit air waduk menyusut, sehingga produktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menurun drastis.

Kementerian ESDM menegaskan gangguan ini murni masalah teknis. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, memastikan stok batubara nasional dalam kondisi aman dan tidak mengalami kelangkaan bahan bakar.

Berita terkait