BERITAKEBUMEN.COM – Siapa yang tak kenal pohon kersen? Bagi mereka yang tumbuh di era sebelum gawai merajai kehidupan, memanjat pohon kersen seusai pulang sekolah adalah kenangan manis yang sulit dilupakan.
Buah merah marun seukuran kelereng dengan rasa manis bak gulali itu kerap menjadi camilan sore yang dinanti.
Namun di balik kesan tanaman liar yang tumbuh semrawut di pinggir jalan, kersen atau yang memiliki nama ilmiah Muntingia calabura menyimpan potensi medis luar biasa yang diakui peneliti dunia.
Tanaman ini dikenal dengan beragam nama daerah seperti talok, keres, atau seri, sementara masyarakat internasional menyebutnya Jamaica Cherry.
BACA JUGA: Jangan Remehkan Ciplukan, Tanaman Liar Ini Kaya Khasiat dan Bernilai Ekonomi Tinggi
Menariknya, meski dijuluki Jamaica Cherry, pohon peneduh ini sebenarnya berasal dari kawasan neotropik seperti Meksiko, Bolivia, hingga Argentina.
Penyebarannya ke Asia Tenggara terjadi pada abad ke-19 melalui bantuan burung dan kelelawar.
Nama ilmiahnya sendiri diberikan oleh Carl Linnaeus pada 1753 untuk menghormati ahli botani Belanda, Abraham Munting.
Pohon kersen merupakan tanaman perintis yang tangguh. Bijinya memiliki sifat fotosensitifitas positif, sehingga berkecambah cepat saat terkena sinar matahari langsung lebih dari enam jam.
Kemampuannya tumbuh di tanah gersang, area berpolusi tinggi, bahkan celah aspal membuat pemerintah Filipina mengevaluasi pohon ini untuk program reboisasi sekaligus suaka margasatwa.
Di dunia medis, kersen kerap disamakan dengan ginseng. Masyarakat Peru memanfaatkan bunga dan kulit batangnya sebagai antiseptik, sementara rebusan daunnya untuk tukak lambung dan radang prostat.
Di Kolombia dan Filipina, teh bunga kersen menjadi obat penenang alami pereda sakit kepala. Warga Meksiko dan Malaysia menggunakan daun serta bunganya untuk mengatasi jerawat, campak, hingga diare.
BACA JUGA: Lebih Cuan dari Emas, Inilah 7 Tanaman Penghasil Uang Rutin yang Sering Diremehkan
Penelitian terkini membuktikan teh daun kersen dan ekstrak buahnya mampu menurunkan kadar gula darah pada tikus putih.
Temuan ini menjadi harapan baru bagi penderita diabetes. Para peternak ikan pun memanfaatkan daun kersen untuk mencegah parasit dan melindungi telur ikan.
Meski bisa diolah menjadi anggur, cuka, sabun, hingga insektisida alami, pohon kersen belum memasuki tahap pemuliaan komersial masif.
Namun tanaman ini mengajarkan kita tentang adaptasi sejati mampu tumbuh subur di celah terkecil lingkungan paling keras, sembari memberi perlindungan dan kehidupan bagi ekosistem di sekitarnya.






