PONCOWARNO, Beritakebumen.com – Program ketahanan pangan yang dijalankan Bumdes Pancautama di Desa Poncowarno, Poncowarno, Kebumen, menunjukkan hasil positif dalam mendorong perekonomian desa.
Melalui pengelolaan kebun cabai secara profesional, program ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Kebun cabai yang dikelola Bumdes Pancautama rata-rata menghasilkan 1 hingga 3 kuintal cabai segar setiap kali panen.
Capaian tersebut mencerminkan pengelolaan lahan yang efektif dan berorientasi pada peningkatan hasil produksi.
BACA JUGA: Canggih, Petani di Prembun Kebumen Kendalikan Siram dan Pupuk Kebun Lewat HP
Selain membudidayakan cabai, Bumdes juga menerapkan sistem tumpang sari dengan memanfaatkan saluran air untuk budidaya ikan nila.
Pola usaha terpadu ini memberikan nilai tambah bagi lahan pertanian, memperkuat sumber pendapatan desa, serta melibatkan warga dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen.
Pengelola Bumdes Pancautama, Kusman Wahyudi, mengungkapkan bahwa musim tanam sebelumnya sempat menghadapi tantangan cuaca ekstrem pada akhir tahun.
Meski demikian, penerapan teknik budidaya yang tepat dan perawatan yang konsisten mampu menjaga produktivitas tanaman hingga menghasilkan panen yang memuaskan.
Ke depan, Bumdes Pancautama berencana memperluas usaha dengan mengembangkan budidaya melon sebagai komoditas baru untuk memperkaya hasil pertanian desa.
BACA JUGA: Lepas dari Bayang-Bayang Banjir, Kecamatan Bonorowo Kini Jadi Pusat Produktivitas Baru di Kebumen
Kepala Desa Poncowarno, Dwi Uji Siswanto, menyampaikan dukungannya terhadap program ketahanan pangan yang dijalankan Bumdes.
Menurutnya, cabai memiliki permintaan pasar yang tinggi sehingga berpotensi memberikan keuntungan ekonomi yang menjanjikan.
Keberhasilan kebun terpadu ini diharapkan terus menjadi contoh pengembangan ekonomi desa yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan di Kabupaten Kebumen.






