SEMARANG, Beritakebumen.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah kembali bekerja sama dengan PT Semen Gresik menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Whiz Semarang pada 21–22 Juli 2026.
Kegiatan ini diikuti 18 wartawan dari jenjang Muda, Madya, hingga Utama sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dan menjaga integritas jurnalistik di tengah perkembangan teknologi digital.
Hasil UKW, 17 peserta dinyatakan kompeten, sementara satu peserta belum memenuhi standar kompetensi.
Tiga wartawan asal Kabupaten Kebumen yang mengikuti ujian seluruhnya berhasil meraih predikat kompeten.
Yaitu Supriyanto dari Suara Merdeka pada jenjang Wartawan Utama, Muhammad Tohri dari Kebumen24.com pada jenjang Wartawan Madya, serta Madar Sudarno dari Pikiran Rakyat Jateng pada jenjang Wartawan Muda.
Sekretaris Dewan Penasihat PWI Pusat, Sasongko Tedjo, mengatakan UKW yang telah berlangsung sejak 2011 berhasil melahirkan lebih dari 21 ribu wartawan kompeten.
BACA JUGA: 18 Wartawan Ikuti UKW PWI Jateng di Semarang, Tiga di Antaranya dari Kebumen
“Kompetensi menjadi fondasi penting agar produk jurnalistik tetap akurat, objektif, dan berimbang sehingga dapat menjadi rujukan terpercaya bagi masyarakat,” ujar Sasongko Tedjo.
Senior Manager Communications & CSR PT Semen Gresik, Taufik Susanto, menegaskan dukungan perusahaan terhadap penyelenggaraan UKW sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas jurnalisme dan menekan penyebaran disinformasi.
Ia menyatakan wartawan yang kompeten dan berintegritas akan menghasilkan narasi yang kredibel, berimbang, serta edukatif.
Ketua PWI Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, menambahkan bahwa wartawan saat ini dituntut tidak hanya menguasai teknik jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik.
“Tetapi juga mampu memanfaatkan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak,” tegasnya.
Sesuai Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025, AI berfungsi sebagai alat bantu yang tetap berada di bawah kendali penuh jurnalis, sehingga tidak menggantikan peran utama wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.






