LANGKAWI, MALAYSIA, Beritakebumen.com – Badan Pengelola Kebumen UNESCO Global Geopark (UGGp) memperluas jejaring internasionalnya dengan memanfaatkan ajang Asia-Pacific Geoparks Network (APGN) Symposium 2026 di Langkawi, Malaysia.
Forum ini menjadi momentum strategis bagi Geopark Kebumen untuk menjalin kolaborasi dengan sejumlah geopark di kawasan Asia Pasifik, mulai dari penjajakan kerja sama hingga penandatanganan nota kesepahaman.
Delegasi Geopark Kebumen yang terdiri atas Ketua Dewan Pakar Dr. Ir. Chusni Ansori dan Anggota Badan Pengelola Supriyanto mengikuti rangkaian kegiatan. Termasuk networking discussion dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Salah satu agenda penting adalah diskusi dengan Sarawak Delta Geopark yang membahas pertukaran pengalaman dalam pengelolaan geopark, konservasi warisan geologi, pengembangan geowisata, serta pemberdayaan masyarakat.
BACA JUGA: Geopark Kebumen Perluas Jejaring Internasional di APGN Symposium 2026
Delegasi Kebumen juga berdialog dengan Miné-Akiyoshidai Karst Plateau UNESCO Global Geopark dari Jepang.
Pertemuan ini membuka ruang pertukaran informasi mengenai pengelolaan kawasan karst, promosi geowisata, pendidikan, dan penguatan peran masyarakat.
Selain itu, komunikasi lanjutan dengan Geopark Kinabalu dibahas sebagai bagian dari proses penyusunan draf MoU yang telah dirintis sebelumnya.
“Pertemuan ini membuka ruang pertukaran pengalaman dalam pengelolaan warisan geologi, konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan geowisata berkelanjutan,” ujar Chusni Ansori.
Menurutnya, jejaring internasional merupakan elemen krusial dalam pengembangan geopark karena setiap pengelola dapat saling berbagi pengetahuan, praktik baik, dan strategi pengelolaan yang sesuai karakter wilayah masing-masing.
MoU dengan Geopark Lenggong
Pada agenda terpisah, Badan Pengelola Geopark Kebumen resmi menandatangani MoU dengan Lenggong UNESCO Global Geopark, Malaysia.
Penandatanganan berlangsung di Langkawi pada Kamis, 10 September 2026. Dokumen kerja sama ditandatangani oleh Supriyanto untuk dan atas nama Kebumen UGGp serta Mohamad Fitri Bin Hassan untuk dan atas nama Lenggong UGGp Management Board.
BACA JUGA: Musrenbang Kebumen Rampung, Fokus Aksesibilitas dan Pengembangan Geopark
Turut menandatangani Ketua Dewan Pakar Geopark Kebumen Chusni Ansori dan Manager of Geopark Management Unit Lenggong UGGp Mohd Noor Azam Bin Ismail.
Supriyanto menjelaskan bahwa MoU ini bertujuan membangun hubungan persahabatan dan kerja sama melalui pertukaran pengalaman serta pengembangan kolaborasi timbal balik.
Kedua geopark sepakat menjunjung prinsip saling menghormati, kesetaraan, dan kemandirian.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran gagasan tentang konservasi warisan geologi, pengenalan ilmu kebumian kepada masyarakat, pengembangan geowisata lokal, serta dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Kedua pihak juga membuka peluang penelitian mengenai geodiversitas, warisan geologi, keragaman budaya, keanekaragaman hayati, dan geowisata.
Pertukaran informasi melalui internet, media sosial, situs resmi, dan publikasi geopark menjadi bagian dari kesepakatan.
MoU tersebut turut memuat rencana program pendidikan bersama, seperti komunikasi antarpelajar, masyarakat, pemandu wisata lokal, pemuda, dan kelompok perempuan dari kedua geopark. “Kerja sama ini berlaku selama lima tahun,” ujarnya.
Memperkuat Posisi di Kawasan Asia Pasifik
APGN Symposium 2026 menjadi ruang pertemuan bagi pengelola geopark dari berbagai negara untuk membahas pengelolaan warisan geologi, konservasi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan geowisata berkelanjutan.
BACA JUGA: Summer School Digelar di Kebumen, Mahasiswa Asing Belajar Inovasi Digital dan Geopark
Bagi Geopark Kebumen, keikutsertaan dalam forum ini memperkenalkan potensi kawasan sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan dengan geopark lain.
Penjajakan kerja sama dengan Sarawak Delta Geopark, Miné-Akiyoshidai Karst Plateau UNESCO Global Geopark, dan Geopark Kinabalu, serta penandatanganan MoU dengan Geopark Lenggong, menjadi langkah membangun program kolaborasi yang lebih konkret.
“Kami berharap kerja sama ini dapat mendorong pertukaran pengetahuan, pengembangan riset bersama, peningkatan kapasitas pengelola, promosi geowisata, dan pelibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan kawasan Geopark Kebumen,” pungkasnya.






