Pesisir Kebumen Berpotensi Rob, BMKG Ungkap Jadwal dan Wilayah yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi kondisi kawasan pesisir yang berpotensi terdampak banjir rob. Pesisir selatan Kebumen masuk dalam peringatan dini BMKG untuk 3–4 dan 11–15 Oktober 2026. (Foto: Ilustrasi AI)

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Pesisir selatan Kebumen masuk wilayah yang berpotensi mengalami banjir pesisir atau rob pada awal hingga pertengahan Oktober 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini menyusul potensi peningkatan ketinggian maksimum air laut akibat fenomena fase Bulan Baru pada 10 Oktober 2026.

Berita Lainnya

Potensi rob perlu diwaspadai masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir, terutama ketika air laut mencapai pasang maksimum.

BMKG menyebut potensi banjir pesisir terdeteksi berdasarkan pemantauan data ketinggian muka air laut atau water level serta prediksi pasang surut.

BACA JUGA: Fenomena Super New Moon, Warga Pesisir Kebumen Diminta Waspada Potensi Banjir Rob hingga 21 Mei 2026

Fenomena fase Bulan Baru pada 10 Oktober 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Kondisi tersebut dapat memicu banjir pesisir di sejumlah wilayah Indonesia.

Di Jawa Tengah, wilayah yang berpotensi terdampak tersebar di sepanjang pesisir utara dan selatan.

Untuk pesisir selatan Jawa Tengah, BMKG mencatat potensi rob pada 3–4 Oktober dan 11–15 Oktober 2026, meliputi pesisir selatan Cilacap, pesisir selatan Kebumen, dan pesisir selatan Purworejo.

Sementara itu, wilayah pesisir utara Jawa Tengah juga memiliki periode potensi rob yang berbeda.

Pada 4–8 Oktober dan 18–22 Oktober 2026, potensi tersebut mencakup pesisir Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, serta Kabupaten Jepara.

Adapun pada 4–9 Oktober dan 18–22 Oktober 2026, potensi rob diperkirakan terjadi di pesisir Kabupaten Brebes, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang.

Secara nasional, potensi banjir pesisir juga mencakup sejumlah wilayah lain. Yakni pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur.

Lalu, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, dan Maluku.

BACA JUGA: Waspada Hujan Lebat di Kebumen, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi

BMKG mengingatkan, banjir pesisir dapat mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir dan pelabuhan.

Dampaknya antara lain dapat dirasakan pada kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas warga di permukiman pesisir, tambak garam, hingga perikanan darat.

Masyarakat di pesisir Kebumen dan wilayah lain yang masuk dalam daftar potensi rob diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pasang maksimum air laut.

Informasi terbaru mengenai kondisi cuaca dan maritim juga perlu terus dipantau melalui kanal resmi BMKG agar masyarakat dapat mengantisipasi potensi dampak banjir pesisir.

Berita terkait