Kekeringan 105 Hari di Kebumen, Warga Harus Jalan 3 Kilometer demi Mendapatkan Air

Yayasan Jaya Sekti Mandiri menyalurkan bantuan 17.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen, termasuk Desa Kalijering, Kecamatan Padureso.

KEBUMEN, Beritakebumen.com – Kekeringan yang berlangsung sekitar 105 hari memaksa warga di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen berjalan hingga tiga kilometer ke sungai demi mendapatkan air, meski kondisinya kurang bersih.

Di tengah krisis air yang semakin parah sejak Agustus, Yayasan Jaya Sekti Mandiri menyalurkan 17.000 liter air bersih selama dua pekan terakhir untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Bacaan Lainnya

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap ke sejumlah desa, yakni Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, serta Desa Kalijering, Kecamatan Padureso.

Distribusi bantuan air bersih tersebut terakhir berlangsung pada Kamis, 15 Oktober 2026.

BACA JUGA: Krisis Air Bersih Sejak Agustus, Warga Alian Kebumen Kini Dapat Bantuan 8 Tangki Air

Jangkau Warga dengan Armada Tangki

Pengurus Yayasan Jaya Sekti Mandiri, Yusuf Cahyono, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan menggunakan kendaraan tangki yang menjangkau langsung permukiman warga.

Yayasan juga memanfaatkan armada angkutan swasta untuk mempercepat distribusi di tengah padatnya antrean armada resmi.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, pemerintah kecamatan, dan sejumlah organisasi kemasyarakatan.

Yusuf mengatakan pihaknya berkomitmen melanjutkan bantuan selama masyarakat masih membutuhkan pasokan air bersih.

“Kami berkomitmen terus menjalankan aksi sosial penyaluran air bersih ini selama masyarakat Kabupaten Kebumen masih membutuhkan pasokan air,” ujar Yusuf.

BACA JUGA: Kekeringan Makin Terasa di Alian Kebumen, Empat Tangki Air Bersih Disalurkan ke Warga

Warga Harus Berjalan Tiga Kilometer untuk Mendapatkan Air

Dampak kekeringan dirasakan langsung oleh warga. Susi Susanti, salah seorang warga terdampak, menyebut kondisi mulai semakin parah sejak Agustus.

Warga terpaksa membeli air bersih atau menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan air dari sungai.

Kesulitan serupa dialami Misliyah, warga Desa Kalijering.

Sebelum bantuan tangki air datang, ia harus berjalan kaki sejauh tiga kilometer menuju sungai untuk mengambil air yang kondisinya kurang bersih.

Menurut Misliyah, bantuan air bersih sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, terutama untuk memasak dan minum.

“Bantuan air bersih ini sangat membantu keluarga kami. Pasokan 13 galon air ini cukup untuk memenuhi kebutuhan memasak dan minum selama dua hingga tiga hari ke depan,” tuturnya.

BACA JUGA: Kekeringan Melanda 46 Desa di Kebumen, BPBD Salurkan 337 Tangki Air Bersih Gratis

Bantuan Diharapkan Berlanjut hingga Musim Hujan

Kedatangan tangki air disambut antusias oleh warga yang selama berbulan-bulan menghadapi keterbatasan pasokan air.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama musim kemarau.

Pos terkait