Colokan Masih Nempel? 7 Perangkat Ini Ternyata Menguras Listrik Meski Sudah Mati

Peralatan elektronik di rumah ini tetap menyedot listrik meski sudah dimatikan. Kenali daftar vampire load dan cara menghemat tagihan listrik. (Foto: Ilustrasi AI)

BERITAKEBUMEN.COM – Kebiasaan membiarkan kabel alat elektronik tetap menancap di stop kontak ternyata bisa menguras kantong.

Meski tombol daya sudah dimatikan, berbagai perangkat rumah tangga rupanya tetap menyerap arus listrik secara terus-menerus.

Bacaan Lainnya

Fenomena ini dikenal sebagai vampire load, standby power, atau listrik siaga.

Arus listrik tetap mengalir karena perangkat membutuhkan daya untuk mengaktifkan fitur pendukung, seperti sensor remote control, lampu indikator, sistem kontrol internal, hingga konektivitas jaringan.

BACA JUGA: Tablet Terbaik untuk Kerja dan Produktivitas, Ini 5 Pilihan dengan Fitur AI dan Layar Tajam

Meski daya siaga per alat tergolong kecil, akumulasi penggunaan selama 24 jam penuh tanpa henti berpotensi memicu pembengkakan tagihan listrik bulanan.

Berikut daftar tujuh peralatan elektronik rumah tangga yang kerap menjadi “vampir listrik” tanpa disadari:

1. Air Conditioner (AC)

Saat dimatikan lewat remote, AC masih menyerap daya dalam mode siaga berkisar 0,6 hingga 10 watt.

Energi ini terpaksa terpakai demi menjaga sensor remote control dan pengaturan sistem internal tetap siap sedia.

2. Televisi Modern dan Set-Top Box (STB)

Televisi modern yang dimatikan via remote sebenarnya cuma masuk ke mode standby dengan konsumsi listrik 1 sampai 5 watt.

Angka ini bahkan bisa membengkak pada Smart TV yang terhubung ke internet untuk memproses pembaruan sistem di latar belakang.

Sementara itu, perangkat STB menyerap daya cukup besar mencapai 10 hingga 30 watt untuk memelihara koneksi sinyal dan menyimpan pengaturan siaran.

3. Komputer Desktop dan Laptop

Komputer atau laptop yang dibiarkan pada mode sleep, hibernate, atau sekadar dicolokkan ke stop kontak tetap memakan listrik antara 1 hingga 20 watt.

Perangkat komputer desktop biasanya menguras daya siaga lebih tinggi ketimbang laptop.

BACA JUGA: Cek HP Kamu Sekarang! Daftar Smartphone Ini Tak Bisa Pakai WhatsApp Mulai Oktober 2026

4. Router Wi-Fi dan Modem

Perangkat jaringan yang umumnya dibiarkan menyala non-stop ini menyedot daya sebesar 5 hingga 10 watt, sekalipun tidak ada lalu lintas data atau aktivitas pengunduhan.

Pemakaian tanpa henti ini otomatis menambah akumulasi kWh listrik harian.

5. Speaker Aktif, Soundbar, dan Home Theater

Perangkat audio tetap menyerap arus listrik sekitar 5 hingga 10 watt meski tidak sedang memutar lagu.

Komponen internalnya terus bekerja dalam mode siaga agar bisa merespons input suara secara mendadak.

6. Peralatan Dapur Berlayar Digital

Microwave, oven listrik, dan mesin pembuat kopi yang dibekali layar atau jam digital membutuhkan pasokan listrik konsisten sekitar 1 hingga 5 watt.

Daya tersebut habis digunakan sekadar untuk menampilkan format waktu dan menyimpan setelan kustomisasi.

7. Pengisi Daya (Charger) Gadget

Head charger ponsel, tablet, maupun smartwatch yang dibiarkan menancap di stop kontak akan terus menyerap arus listrik sebesar 0,2 hingga 2 watt, meskipun tidak terhubung ke perangkat.

Kebiasaan membiarkan banyak charger terpasang di berbagai sudut rumah menyumbang pemborosan listrik harian.

BACA JUGA: WhatsApp Uji Coba Restricted Chat, Ini 4 Fitur Baru untuk Lindungi Privasi Pengguna

Cara Menghentikan Pemborosan Listrik Siaga

Mencabut steker dari stop kontak seusai perangkat digunakan menjadi langkah paling ampuh untuk menekan pengeluaran tagihan listrik.

Untuk peralatan dapur yang jarang terpakai, lepas kabelnya secara penuh.

Kebiasaan serupa berlaku untuk pengisi daya gadget—segera cabut charger begitu baterai terisi penuh untuk memutus arus listrik secara total.

Sebagai opsi praktis, manfaatkan stop kontak bertombol sakelar terpisah.

Alat ini memudahkan pemutusan alir listrik secara sekaligus tanpa harus repot sering mencabut dan memasang kabel.

Pos terkait