Goa Jatijajar Dibenahi Total, Pemkab Kebumen Targetkan Ramai Lagi pada 2027

Pemkab Kebumen merevitalisasi kawasan wisata Goa Jatijajar di Kecamatan Ayah untuk membenahi fasilitas dan mendongkrak kembali kunjungan wisatawan. (Foto: Pemkab Kebumen)

AYAH, Beritakebumen.com – Pemkab Kebumen mengambil langkah besar untuk membenahi kawasan wisata Goa Jatijajar di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah.

Revitalisasi menyeluruh ini dilakukan menyusul minimnya kunjungan wisatawan dan sejumlah fasilitas yang dinilai kurang terawat.

Berita Lainnya

Pembenahan difokuskan untuk mengembalikan kenyamanan pengunjung sekaligus menghidupkan kembali daya tarik ikon wisata Kebumen tersebut.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani meninjau langsung kondisi Goa Jatijajar pada Kamis, 1 Oktober 2026.

BACA JUGA: BRIN Perkuat Riset Ketahanan Air di Kebumen, Teliti Sungai Bawah Tanah Goa Barat

Dalam peninjauan itu, pemerintah daerah bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta pemerintah desa menyiapkan langkah revitalisasi kawasan.

“Kami melihat langsung kondisinya, dan bersama Dinas Pariwisata serta pemerintah desa, kami akan merenovasi agar Goa Jatijajar kembali populer,” ujar Lilis.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen Frans Haidar menambahkan, pembenahan diperlukan karena jumlah kunjungan ke Goa Jatijajar belum menunjukkan perkembangan menggembirakan.

Kondisi fasilitas pendukung juga menjadi perhatian. Menurutnya, diperlukan kerja sama lintas instansi, mulai dari dinas terkait, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, paguyuban pedagang, hingga masyarakat sekitar.

Goa Jatijajar masih menempati posisi penting dalam sektor pariwisata Kebumen. Objek wisata ini tercatat sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata terbesar di Kabupaten Kebumen.

Sejak 18 Agustus 2026, pengelolaannya diambil alih penuh oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen.

BACA JUGA: Geopark Kebumen Teken MoU dengan Geopark Lenggong, Perluas Jejaring di Simposium APGN 2026 Langkawi

Momentum ini dimanfaatkan untuk menyiapkan konsep pengembangan wisata yang ditargetkan mulai menunjukkan hasil pada 2027.

Tiket masuk Goa Jatijajar dipatok Rp15.500 pada hari kerja dan Rp20.500 pada akhir pekan, setara dengan tiket Goa Petruk yang lebih diarahkan sebagai destinasi wisata minat khusus.

Pembenahan fasilitas, penataan kawasan, serta penguatan pengelolaan, pemerintah berharap Goa Jatijajar kembali ramai dikunjungi dan memberi dampak lebih besar bagi aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Berita terkait