KEBUMEN, Beritakebumen.com – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Kebumen memiliki kepengurusan baru. Herwin Kunadi SH terpilih sebagai Ketua Pengurus Daerah MES Kebumen periode 2026-2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) di Gedung Pascasarjana IAINU Kebumen, Rabu (30/9/2026). Ia mendorong penguatan UMKM dan industri halal serta pengembangan pariwisata ramah muslim.
Herwin mengatakan, pengembangan ekonomi syariah membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Karena itu, kepengurusan baru akan melibatkan ulama, akademisi, birokrat, media, dan kalangan profesional.
“Kami berkomitmen mengembangkan ekonomi syariah ke depan dan bersinergi dengan berbagai pihak, di antaranya ulama, akademisi, birokrat, hingga profesional,” ujar mantan Ketua BPC HIPMI Kebumen periode 2021-2024 itu.
BACA JUGA: Tablet Terbaik untuk Kerja dan Produktivitas, Ini 5 Pilihan dengan Fitur AI dan Layar Tajam
Menurut Herwin, MES Kebumen tidak sekadar menjalankan aktivitas organisasi, tetapi harus memberi kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat. Fokus program meliputi penguatan UMKM, industri halal, literasi dan inklusi keuangan syariah, serta pemberdayaan ekonomi pesantren dan komunitas.
Program tersebut akan diselaraskan dengan MES Jawa Tengah, terutama dalam edukasi sertifikasi halal, ekonomi syariah, dan pengembangan industri.
“Kita akan mencoba mensinkronkan program kerja dengan Provinsi Jawa Tengah, seperti bagaimana mengedukasi masyarakat tentang sertifikasi halal, ekonomi syariah hingga pembahasan pengembangan industri,” katanya.
BACA JUGA: Garam Dapur Ampuh Basmi Rayap Rumah hingga Tuntas? Ini Penjelasan Ahli
Herwin juga akan mengevaluasi program kepengurusan sebelumnya. Program yang masih relevan akan dilanjutkan, sedangkan kebutuhan baru akan direspons melalui program yang lebih inovatif.
“Kalau program lama ternyata bagus dan masih relevan, maka akan kita pertahankan. Kemudian kita akan membuat program-program baru yang lebih inovatif dan bermanfaat saat ini,” ujarnya.
Kebumen Bisa Jadi Sentra Ekonomi Syariah di Jateng Selatan
Ia menilai ekonomi syariah memiliki ruang pertumbuhan yang luas seiring meningkatnya literasi masyarakat, termasuk generasi muda. Arah kepengurusan baru akan mengusung semangat MES Jawa Tengah yang inklusif, progresif, dan inovatif.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah Rezza Arief Budy Artha SSos MBA mengatakan posisi Kebumen di kawasan pantai selatan Jawa Tengah serta potensi sektor ekonominya membuka peluang pengembangan ekonomi syariah di wilayah tersebut.
“Kebumen memiliki tempat yang sangat strategis di Jawa Tengah, yaitu di tengah kawasan pantai selatan, sehingga Kebumen bisa menjadi sentra ekonomi syariah di Jawa Tengah bagian selatan,” kata Rezza.
BACA JUGA: Lobang Buaya 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah Tayang Hari Ini, Ini Sinopsisnya
Ia mengatakan ekonomi syariah kini tidak hanya berkaitan dengan perbankan, tetapi juga mencakup industri halal, fashion muslim, ekonomi pesantren, UMKM, dan pariwisata.
Salah satu peluang yang dinilai dapat dikembangkan ialah pariwisata ramah muslim. Pengembangannya mencakup ketersediaan kuliner halal dan layanan yang mendukung kebutuhan wisatawan muslim.
“Jika semua kebutuhan halal umat muslim itu terpenuhi, maka akan semakin banyak pengunjung muslim datang ke Kebumen. Saya rasa Kebumen sangat cocok untuk pengembangan sentra pariwisata halal atau ramah muslim di Jawa Tengah bagian selatan,” pungkasnya.
Rezza berharap kepengurusan baru MES Kebumen mampu memperluas jejaring dan kolaborasi. Pengembangan ekonomi syariah, menurutnya, tidak terbatas pada kelompok tertentu, tetapi dapat memberi manfaat bagi masyarakat secara luas. ***






