JGI Audiensi ke Kementerian dan UNESCO, Dorong Penguatan Geopark Indonesia

Geopark Indonesia
Delegasi Jaringan Geopark Indonesia foto bersama di Kantor UNESCO Jakarta. Sumber: Istimewa

Audiensi pertama berlangsung di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (6/5/2026), bersama Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan. Rombongan JGI diterima langsung Dirjen KSDAE, Satyawan Pudyatmoko.

BACA JUGA: Diabetes Datang Diam-Diam, Padahal Tubuh Hanya Muat 1 Sendok Teh Gula

Berita Lainnya

Dalam pertemuan tersebut, JGI membahas keterkaitan pengelolaan geopark dengan kawasan hutan konservasi dan lindung. Sejumlah isu strategis turut dibahas, di antaranya batas kawasan geopark di wilayah konservasi yang belum sepenuhnya jelas, pemahaman pengelola kawasan terkait konsep geopark yang dinilai belum merata, serta perlunya koordinasi lintas lembaga.

Pertemuan menghasilkan kesepahaman awal untuk memperkuat peran geopark dalam pengelolaan kawasan hutan. JGI dan Kementerian Kehutanan juga berencana menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada ajang Geofest 2026 yang dijadwalkan berlangsung Juli mendatang di kawasan Toba Caldera UNESCO Global Geopark.

Geopark Indonesia
Diskusi dengan Dirjen KSDAE Kemenhut. Sumber: Istimewa
Peningkatan Kapasitas SDM Pengelola Geopark

Pada hari yang sama, JGI melanjutkan audiensi ke UNESCO Regional Office Jakarta. Delegasi diterima jajaran pimpinan UNESCO, termasuk Director and Representative UNESCO Regional Office Jakarta, Maki Katsuno-Hayashikawa.

BACA JUGA: Kalahkan UNSIQ Wonosobo, UPB Kebumen Juara 1 Turnamen Voli Antar Perguruan Tinggi se-Kedu

Dalam pertemuan itu, UNESCO menyatakan dukungannya terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola geopark melalui pelatihan, workshop, dan penguatan kelembagaan.

UNESCO juga menekankan pentingnya kesiapan pengelola geopark menghadapi proses revalidasi UNESCO, yakni evaluasi berkala terhadap seluruh UNESCO Global Geopark untuk memastikan standar pengelolaan tetap terjaga.

Selain penguatan SDM, pembahasan turut mencakup promosi geopark Indonesia di tingkat internasional, pendampingan kawasan potensial menuju status UNESCO Global Geopark, serta penguatan sinergi multipihak untuk menjaga keberlanjutan kawasan.

UNESCO mengapresiasi perkembangan geopark di Indonesia yang dinilai semakin aktif mengintegrasikan unsur konservasi, pendidikan, budaya, dan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA: Keajaiban ‘Smong’ Simeulue: Saat Dongeng Pengantar Tidur Mengalahkan Keganasan Tsunami 2004

Masih pada Rabu (6/5/2026), JGI beraudiensi dengan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) dan diterima Ketua Harian KNIU, Prof. Ananto Kusuma Seta.

Pertemuan membahas penguatan koordinasi kelembagaan antara geopark di Indonesia dengan UNESCO melalui mekanisme nasional. JGI juga memaparkan sejumlah program prioritas, mulai pendidikan berbasis geopark di sekolah, pelibatan generasi muda dalam pelestarian warisan geologi, hingga integrasi nilai geopark dalam sistem pendidikan nasional.

Berita terkait