Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan menyelaraskan visi pengembangan institusi dengan standar mutu nasional maupun global, sekaligus menjadi ruang refleksi dan akselerasi bagi sivitas akademika.
“Kami ingin diskusi ini tidak hanya berhenti pada aspek administratif, tetapi juga membahas arah masa depan kampus dalam bertransformasi dan meningkatkan daya saing,” tambahnya.
Enam Pilar Strategi Unggul
Dalam forum tersebut, Prof Aisyah Endah Palupi memaparkan konsep “Enam Pilar Strategi Unggul” sebagai fondasi transformasi perguruan tinggi. Pilar tersebut meliputi penguatan kurikulum dan pembelajaran berbasis kebutuhan industri, peningkatan riset dan inovasi, pengabdian masyarakat yang berdampak, digitalisasi tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, serta perluasan jejaring internasional.
Sementara itu, Agus Setyo Muntohar menyoroti kebijakan terbaru terkait akreditasi perguruan tinggi dan program studi. Ia menekankan pentingnya sistem penjaminan mutu berbasis luaran (outcome) yang terukur dan berkelanjutan.
“Akreditasi tidak lagi hanya berfokus pada dokumen, tetapi pada implementasi nyata, relevansi kurikulum, dan daya saing lulusan di dunia kerja,” jelasnya.
Di sisi lain, Prof Harun Joko Prayitno menegaskan perlunya perubahan paradigma dalam pengelolaan pendidikan tinggi agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
BACA JUGA: Mei 2026 Dibuka dengan Long Weekend, Hari Buruh Internasional Jatuh pada Jumat Ini
“Perguruan tinggi harus memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas SDM, serta mengembangkan riset yang berdampak. Internasionalisasi juga menjadi kunci dalam meningkatkan reputasi institusi,” ujarnya.






