Wisata Petik Melon Kalitengah, Inovasi Ketahanan Pangan yang Jadi Primadona Gombong

Manfaatkan pertanian modern, Desa Kalitengah, Gombong, Kebumen, sukses raup omzet dari wisata petik melon.

GOMBONG, Beritakebumen.com – Desa Kalitengah, Kecamatan Gombong, kini memiliki destinasi wisata baru yang diminati banyak orang.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Sejahtera mengubah greenhouse melon menjadi tempat wisata edukatif yang ramai dikunjungi.

Berita Lainnya

Setiap hari, ratusan wisatawan datang untuk merasakan sensasi memetik buah melon segar langsung dari pohonnya. Konsep pertanian modern ini berhasil menarik perhatian masyarakat luas.

Dana Desa untuk Ketahanan Pangan

Direktur BUMDes Bina Sejahtera, Sigit Widiantoro, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan ini dipadukan dengan konsep wisata untuk meningkatkan nilai ekonomi desa.

Media sosial menjadi kunci utama promosi, sehingga kunjungan menembus lebih dari 200 orang per hari.

Kepala Desa Kalitengah, Ahmad Sutoyo, mengungkapkan bahwa inisiatif ini mengikuti instruksi Kementerian Desa tahun 2025.

Instruksi tersebut mengarahkan penggunaan 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan melalui BUMDes.

BACA JUGA: Harga Melon Rp15.000, Petani di Pesisir Kebumen Malah Rugi Akibat Gagal Panen

“Dari total 1.350 batang tanaman melon di greenhouse, diperkirakan menghasilkan hingga 1,8 ton buah setiap masa panen,” ujar Ahmad Sutoyo.

Pengalaman Seru Memetik Buah

Pengunjung menyambut antusias agrowisata ini. Dengan harga sekitar Rp30.000 per kilogram, mereka bebas memilih buah berkualitas terbaik.

Normasari, seorang pengunjung, mengaku gembira dengan kehadiran wisata ini. Ia berharap pengelolaan pertanian profesional terus berlanjut demi meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Desa Kalitengah membuktikan bahwa kemandirian pangan bisa berjalan bersama peluang ekonomi baru. Keberhasilan greenhouse melon menjadi bukti nyata dana desa yang dikelola kreatif memberikan dampak langsung bagi warga.

Berita terkait