ALIAN, Beritakebumen.com – Berawal dari sekadar mengisi waktu luang dengan membuat kue saat pandemi di tahun 2020, Khatimatul Mahmudah kini berhasil mengubah hobinya menjadi bisnis kuliner yang menjanjikan.
Warga Desa Bojongsari, Kecamatan Alian, Kebumen ini adalah sosok di balik Pattani Bolen, sebuah merek kudapan lokal yang kini menjadi kebanggaan daerah.
Langkah berani Khatimatul dimulai pada awal 2021 saat ia mencoba menjajakan bolen buatannya di pasar tradisional.
Tanpa disangka, pisang berbalut pastri renyah tersebut mendapat sambutan hangat. Kini, usaha rumahan itu telah bertransformasi menjadi rumah produksi besar yang menjadi tumpuan ekonomi warga sekitar.
BACA JUGA: Kue Kering Lebaran di Kebumen, Harga Terjangkau dan Berkualitas Mulai Rp35 Ribu
Berdayakan Puluhan Warga Lokal
Keberhasilan Pattani Bolen memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Bojongsari. Khatimatul kini mempekerjakan sekitar 60 karyawan yang mayoritas merupakan tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.
Kehadiran rumah produksi ini efektif menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi desa.
“Pemasarannya sekarang sudah meluas ke seluruh wilayah Kebumen, bahkan merambah hingga Cilacap, Banyumas, Magelang, hingga Klaten,” ungkap Khatimatul.
Lonjakan Produksi di Ramadan
Momen Ramadan tahun ini membawa berkah melimpah bagi Pattani Bolen. Omzet penjualan tercatat mengalami kenaikan signifikan antara 30 hingga 50 persen dibanding hari biasa.
Jika biasanya produksi harian berada di angka 3.000 pak, kini jumlahnya dipacu hingga 5.000 pak per hari.
Untuk mengejar target tersebut, dapur produksi menghabiskan sedikitnya 16 karung tepung terigu dan 600 sisir pisang setiap harinya. Khatimatul sangat selektif dalam memilih bahan baku guna menjaga kualitas rasa.
BACA JUGA: Camilan W’NACK Asal Kebumen Tembus Pasar Mancanegara, Berawal dari Hobi Mie Lidi
Ia menggunakan jenis pisang pilihan seperti Siem, Racangka, dan Bawen yang dipasok langsung oleh petani serta pengepul lokal.
Meski permintaan pasar sedang berada di puncaknya, Khatimatul mengakui adanya tantangan besar dalam penyediaan stok pisang.
Selama Ramadan, persaingan mendapatkan pisang berkualitas cukup ketat karena bahan tersebut juga diburu oleh produsen takjil lainnya.
Namun, kendala tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Selain mengandalkan pelanggan tetap, Pattani Bolen kini gencar melakukan promosi digital melalui siaran langsung di TikTok.
Strategi ini terbukti ampuh, di mana kini 40 persen konsumennya berasal dari luar kota, sementara 60 persen sisanya tetap didominasi oleh warga Kebumen.






