Camilan W’NACK Asal Kebumen Tembus Pasar Mancanegara, Berawal dari Hobi Mie Lidi

Produk UMKM W’NACK dari Desa Candirenggo, Kebumen, sukses merambah pasar swalayan hingga luar negeri. Temukan rahasia sukses camilan lokal seperti basreng, mie lidi, dan keripik usus yang mampu bersaing di pasar global setiap pekannya. (Foto: Kebumen TV News)

AYAH, Beritakebumen.com – Siapa sangka kegemaran mengonsumsi camilan tradisional bisa berubah menjadi ladang bisnis yang sangat menggiurkan.

Itulah yang dibuktikan oleh Rohmatun Nikmah, sosok perempuan kreatif asal Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.

Lewat bendera W’NACK, Nikmah sukses mengangkat derajat camilan kampung hingga mampu bersaing di rak swalayan dan merambah pasar internasional.

BACA JUGA: Eks PMI di Kebumen Sukses Raup Cuan Lewat Bisnis Kue Kering, Tembus Pasar Jepang

Berawal dari Dapur Sendiri

Kisah sukses ini dimulai pada tahun 2017 secara tidak sengaja. Sebagai pencinta kudapan, Nikmah awalnya hanya hobi mengolah mie lidi mentah untuk konsumsi pribadi di rumah.

Namun, racikan bumbu dan tekstur yang ia buat ternyata memikat lidah tetangga dan kerabat.

Melihat antusiasme yang besar, ia dan suaminya memberanikan diri untuk menyeriusi potensi tersebut. Keputusan itu terbukti tepat.

Dari yang semula hanya menawarkan mie lidi, kini W’NACK telah bertransformasi menjadi pusat oleh-oleh dengan varian produk yang sangat beragam.

Mulai dari basreng, makaroni, manggleng, keripik usus, seblak kering, hingga kerupuk mawar tersedia di sini. Saat ini, keripik pisang coklat menjadi primadona yang paling diburu oleh pelanggan.

Rahasia di balik melesatnya bisnis W’NACK adalah kedisiplinan dalam menjaga kualitas. Nikmah sangat selektif dalam memilih bahan baku dan memastikan proses produksi tetap higienis. Standar tinggi inilah yang membuat kepercayaan konsumen terus terjaga.

Dalam hal pemasaran, Nikmah bergerak progresif mengikuti zaman. Selain aktif di media sosial, ia membangun jaringan reseller yang kuat.

BACA JUGA: Produksi Kue Sagon Kebumen Melonjak, Hanya Rp13 Ribu untuk Sajian Lebaran Otentik

Prestasi yang paling membanggakan adalah keberhasilan W’NACK melakukan pengiriman rutin ke luar negeri setiap pekan. Hal ini membuktikan bahwa produk UMKM Kebumen memiliki daya saing tinggi di level global.

Keberhasilan ini tercermin jelas dari omzet yang diraih. Pada hari biasa, Nikmah mampu mengantongi pendapatan antara Rp8 juta hingga Rp10 juta per bulan.

Angka ini akan melonjak dua kali lipat hingga menyentuh Rp20 juta saat momen menjelang Idul Fitri. Melalui W’NACK, Nikmah berharap bisa terus memperluas jangkauan pasarnya.

Ia memiliki cita-cita mulia agar usahanya mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga di Desa Candirenggo melalui pembukaan lapangan kerja baru.

Berita terkait