KLIRONG, Beritakebumen.com – Jelang Hari Raya Idul Fitri, suasana produksi di rumah Arya Cookies, Dusun Putat, Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kebumen, terlihat semakin padat.
Puluhan pekerja sibuk menata adonan, mengawasi proses pemanggangan, hingga mengemas ribuan toples kue kering.
Di balik kesibukan itu, ada sosok Paryatun (27), mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berhasil membangun usaha dari nol. Perempuan muda ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih sukses.
Belajar Otodidak dari Media Sosial
Paryatun pernah bekerja di Malaysia pada tahun 2017. Namun, perjalanan kariernya di negeri jiran terhenti setelah pabrik tempatnya bekerja tutup.
BACA JUGA: Produksi Kue Sagon Kebumen Melonjak, Hanya Rp13 Ribu untuk Sajian Lebaran Otentik
Sekembalinya ke kampung halaman, ia sempat berada dalam keterbatasan ekonomi. Namun semangatnya untuk bangkit tidak pernah padam.
Pada tahun 2020, menjelang Lebaran, ia mulai mencoba membuat kue kering. Menariknya, keterampilan membuat kue ini ia pelajari secara otodidak melalui media sosial.
“Awalnya coba-coba karena momen Lebaran. Saya buat sedikit, lalu saya bagikan ke tetangga. Responsnya positif, banyak yang bilang enak dan layak jual,” kenangnya.
Modal kecil dan keyakinan membawanya memulai promosi sederhana di media sosial. Pesanan pertama yang masuk sebanyak 50 toples. Sejak saat itu, grafik penjualan Arya Cookies terus melesat setiap tahunnya.
Tembus Pasar Jepang
Kualitas rasa yang konsisten membuat Arya Cookies makin dikenal luas. Jika Lebaran tahun lalu mampu menjual 9.000 toples, tahun ini sebelum Ramadan pesanan sudah menyentuh 8.000 toples.
Pasar produknya tidak hanya lokal dan nasional, tetapi juga merambah mancanegara. “Pengiriman tahun ini sampai ke Jepang,” ungkapnya penuh syukur.
Arya Cookies menyediakan lebih dari 30 varian kue kering, seperti Nastar, Kastengel, Putri Salju, hingga Kue Kacang yang menjadi favorit pelanggan.
Harganya sangat terjangkau, mulai Rp20.000 hingga Rp45.000 per toples. Untuk paket hampers, konsumen bisa mendapatkannya dengan harga Rp95.000 hingga Rp110.000 per paket berisi 4-5 toples.
BACA JUGA: Tembus 100 Kg per Hari, Camilan ‘Kriuk’ Warga Kutowinangun Jadi Primadona Baru di Kebumen
Berdayakan Warga Sekitar
Keberhasilan Pariatun tidak hanya dinikmati sendiri. Ia kini mempekerjakan 10 warga sekitar untuk membantu proses produksi. Dengan demikian, usahanya ikut membuka lapangan kerja di tingkat desa.
Paryatun berharap Arya Cookies terus berkembang dan mampu menginspirasi banyak orang. Ia ingin membuktikan bahwa berwirausaha bisa dimulai dari langkah kecil, modal terbatas, dan kemauan belajar tanpa henti.
“Jangan takut mencoba. Manfaatkan teknologi untuk belajar dan promosi. Jika kita konsisten, pasti ada hasilnya,” pesannya.






