Beritakebumen.com – Bulan Ramadan menjadi momen istimewa untuk memperbanyak ibadah. Namun, tidak sedikit pekerja yang merasa gelisah karena terbatasnya waktu akibat rutinitas kantor.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya, membagikan pesan menyejukkan agar para pejuang nafkah tetap bisa meraih pahala maksimal.
Buya Yahya memahami perasaan sedih atau iri ketika melihat orang lain leluasa membaca Al-Qur’an atau beriktikaf di masjid.
BACA JUGA: Malam Lailatul Qadar, UAS Beri Kunci Meraih Keberkahan di Sepuluh Hari Terakhir Ramadan
Dalam ceramahnya di kanal YouTube Al-Bahjah TV, ia menjelaskan bahwa perasaan tersebut justru menjadi sumber pahala.
“Rasa rindu yang serius dan sungguh-sungguh kepada Allah akan diganjar pahala seperti mereka yang beribadah banyak, selama ketidakmampuan itu disebabkan oleh tugas yang sah,” ujarnya.
Meski demikian, kerinduan ini harus dibuktikan dengan tindakan nyata. Buya menyarankan para pekerja untuk “mencuri” waktu di sela-sela kesibukan.
Ibadah di bulan suci tidak melulu harus dilakukan di masjid. Beberapa strategi praktis bisa diterapkan. Ibu rumah tangga dapat mencicil salat tarawih dua rakaat di sela aktivitas memasak atau mengurus anak.
Bagi pekerja lapangan, perjalanan jauh bisa diisi dengan zikir, selawat, atau salat sunah di atas kendaraan.
Selain itu, pekerjaan itu sendiri dapat menjadi ladang ibadah.
Seorang pedagang yang jujur atau pegawai yang profesionalitasnya terjaga, sembari menyempatkan salat di waktu senggang, telah mendapatkan nilai tambah di sisi Allah.
BACA JUGA: Shinta Nuriyah di Kebumen: Ajak Puasa Revolusioner, Bukan Sekadar Lapar dan Dahaga
Lisan yang basah dengan pujian kepada Allah saat bekerja juga merupakan bentuk ibadah yang ringan dilakukan.
Inti dari meraih berkah Ramadan bukanlah seberapa lama seseorang berada di dalam masjid, melainkan kejujuran hati dan konsistensi dalam memanfaatkan setiap kesempatan untuk tetap terhubung dengan Sang Pencipta.
Dengan bekal ilmu dan niat tulus, para pekerja memiliki peluang yang sama untuk mencapai derajat takwa.






